Siswa SD Meninggal Seusai Tertimpa Patung di Museum Ronggowarsita
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
Ilustrasi sakit pada bagian perut./Shutterstock
Harianjogja.com, JOGJA—Penyakit hati berlemak adalah suatu kondisi yang berkembang karena lemak menumpuk di hati. Diabetes, diabetes tipe 2, dan konsumsi alkohol berlebihan ialah tiga faktor risiko utama dan Sirosis hati sering digambarkan sebagai penyakit hati berlemak stadium akhir.
Pada tahap ini, organ tidak dapat lagi berfungsi dengan baik sebab jaringan hati yang sehat secara bertahap digantikan oleh jaringan parut.
Ketika hati berhenti bekerja dengan baik, Anda mungkin mulai mengalami nyeri di perut, leher, dan bahu. Semakin memburuk kondisi hati semakin meningkat pula rasa sakitnya.
Nyeri dapat berasal dari penyakit yang menyebabkan sirosis maupun sirosis itu sendiri. Seiring dengan rasa sakit yang mengganggu, kebanyakan orang yang mengalaminya mengatakan bahwa rasa sakit mereka bersifat kronis dan bertahan lama.
Baca juga: Fakta Unik Minuman Soda, Ternyata Awalnya Dibuat Oleh Apoteker
Dimanakah rasa sakit yang paling umum?
Kebanyakan orang dengan sirosis hati mengalami nyeri di bagian kanan atas perut tepat di bawah tulang rusuk, tak jarang pasien sirosis juga dapat mengeluh nyeri pada punggung dan persendian.
Hati yang bengkak dan membesar dapat menyebabkan nyeri pada bahu kanan seseorang, menurut badan kesehatan Cancer Research UK. "Ini karena hati yang membesar merangsang saraf yang terhubung ke saraf di bahu. Ini disebut 'nyeri yang dirujuk'."
Dalam satu laporan kasus, seorang pasien liver bernama Hana mengalami sakit khusus di pergelangan tangan kanannya. "Awalnya Hana mengira itu karena semua pekerjaan komputer yang dia lakukan, tetapi ketika kedua pergelangan tangannya terasa sakit dan bengkak dia memutuskan untuk menemui dokternya," jelas Dokter Hati melansir dari Express UK.
Kapan gejala perlemakan hati muncul?
Gejala penyakit hati berlemak dapat muncul dalam waktu 5 tahun atau namun dapat juga memakan waktu antara 20 dan 30 tahun setelah kondisi tersebut didiagnosis.
Pengetahuan terkait gejala atau tanda-tanda yang disebutkan di atas dapat membantu Anda dalam mencari diagnosis dan deteksi dini kondisi tersebut. Selain itu melakukan tes fungsi hati secara teratur juga dapat membantu mengetahui status kesehatan hati Anda.
Demi mencegah komplikasi terkait kesehatan hati ini Anda dapat menerapkan diet sehat dan mengurangi berat badan jika kelebihan berat badan, serta setidaknya 30 menit olahraga hampir setiap hari dalam seminggu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
9 WNI peserta flotilla Gaza ditangkap Israel. Kemlu RI bergerak cepat menempuh jalur diplomatik dan perlindungan kekonsuleran.
BPKAD Kota Jogja mengimbau warga membayar pajak daerah lewat virtual account agar lebih aman dan terhindar dari modus penipuan.
Bareskrim Polri ajukan Red Notice Interpol untuk Lukmanul Hakim, bandar sabu jaringan internasional yang diduga operasi plastik.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu hanya meraih skor 61% di Rotten Tomatoes, tetapi tetap dipuji penggemar Star Wars.