Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Ilustrasi Menstruasi/ist-classic105
Harianjogja.com, JOGJA—Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis IVF Center RS Pondok Indah dr. M. Luky Satria Syahbana Marwali mengatakan wanita yang sudah menopause masih bisa terkena endometriosis karena selnya tumbuh di bagian tubuh lain.
"Bisa juga orang menopause terkena endometriosis, jadi estrogen masalahnya bukan cuma diproduksi di ovarium tapi estrogen ada yang diproduksi di lemak, jadi ada keluhan endometriosis di orang menopause, cuma memang jarang," kata Luky Satria dikutip dari Antara, Selasa (7/3/2023).
Endometriosis dapat tumbuh dimana saja selain ovarium seperti saluran kandung kemih, usus, atau hanya di permukaan perut disebabkan oleh tingginya hormon estrogen. Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini juga tak menampik kemungkinan endometriosis bisa terjadi di rahim wanita yang sudah menopause sehingga masih dapat merasakan nyeri di sekitar rahim.
Ia menambahkan endometriosis juga bisa terjadi pada orang dengan obesitas karena hormon estrogen yang tinggi.
Baca juga: Tanda Ginjal Anda Bermasalah, Salah Satunya Alami Kelelahan Ekstrem
"Ini penyakit hormonal dependent jadi penyakit hormonal karena berkaitan dengan siklus menstruasi. Ini akan timbul terus selama wanita belum menopause, ini penyakitnya kronik jadi terus menerus," ucapnya.
Endometriosis dapat dihilangkan dengan mengonsumsi obat hormonal atau metode operasi laparoskopi, yakni pembedahan di perut tanpa harus membuat sayatan besar di kulit.
Namun, untuk melakukan tindakan ini perlu memenuhi syarat-syarat yang ditentukan serta pertimbangan yang matang untuk wanita terutama yang belum menikah karena bisa mengurangi jumlah sel telur.
Pertimbangan tersebut mulai dari usia, program hamil apa yang ingin dilakukan setelah operasi, cadangan sel telur dan penyakit lain yang menyebabkan gangguan kesuburan.
"Tindakan operasi kalau semua pengobatan tidak sukses, operasinya dengan laparoskopi tapi cadangan sel telur bisa berkurang, kalau belum nikah bahaya untuk kesuburannya," papar dia.
Sementara itu untuk wanita yang sudah menikah, disarankan untuk memeriksa kemungkinan adanya endometriosis sejak dini dengan melakukan USG Transvaginal atau MRI dan segera melakukan program hamil dengan inseminasi atau program bayi tabung (IVF).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap beserta tipsnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.