Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031, Ini Harapan Puan Maharani
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Ilustrasi balita. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Dokter spesialis anak konsultan endokrinologi dr Frida Soesanti SpA(K) mengatakan selain gaya hidup tak sehat, obesitas pada anak bisa disebabkan kelainan genetik. Hal itu seperti kasus yang terjadi pada bayi usia 16 bulan asal Bekasi, Jawa Barat.
Menjabat sebagai Sekretaris Unit Kerja Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Frida menyatakan bayi dengan bobot 27 kilogram itu termasuk kasus ekstrem dan jarang ditemukan.
Menurutnya kemungkinan besar faktornya ialah kelainan genetik selain faktor makanan seperti susu kental manis. Biasanya obesitas akibat kelainan genetik atau gangguan hormonal disertai gejala lain yang tidak normal.
Contohnya saja kelainan genetik Prader Willi Syndrome ditandai dengan nafsu makan yang sangat besar, kelebihan hormon kortisol, atau kekurangan hormon tiroid yang juga bisa menyebabkan obesitas, dan diikuti gejala lain seperti kelainan mata atau jantung.
Baca juga: Awal Tahun, Kunjungan Wisman ke Jogja Anjlok
“Umumnya obesitas karena kelainan genetik atau hormonal, tidak disertai peningkatan tinggi badan. Jadi, anaknya pendek, tetapi, gemuk. Sementara pada anak yang kelebihan berat badan, tinggi badannya juga bertambah," kata Frida.
Ia menambahkan kasus obesitas akibat faktor internal relatif kecil bila dibandingkan dengan faktor eksogen atau faktor dari lingkungan luar, termasuk penerapan gaya hidup tidak sehat.
Gaya hidup tidak sehat bisa berawal dari orang tua yang membiarkan anak makan berlebihan dan mengonsumsi makanan tinggi kalori secara berlebihan tanpa adanya aktivitas fisik.
“Ada pandangan dari keluarga bahwa anak gendut itu lucu. Padahal, kalau kita tahu konsekuensinya, anak obesitas itu tidak ada lucu-lucunya sama sekali,” kata Frida.
Nyatanya seseorang dengan obesitas memiliki konsekuensi jangka panjang diantaranya memicu komplikasi serius seperti diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, hingga perlemakan hati yang datang lebih dini.
“Obesitas menyebabkan peradangan di sel-sel tubuh secara terus menerus yang berujung munculnya berbagai penyakit kronis,” ujarnya.
Frida menekankan tidak ada faktor tunggal penyebab maupun satu jenis makanan yang menyebabkan obesitas. Prinsipnya segala sesuatu yang dikonsumsi mesti diimbangi dengan energi yang dikeluarkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Penjualan mobil Agustus 2026 tembus 81.756 unit secara wholesales dan 83.422 unit retail, menjadi rekor tertinggi tahun ini.
Pasutri Suyanto dan Dwi Astutiningsih kembali bertarung menjadi Lurah Dengok, Playen, setelah duel serupa terjadi pada pemilihan 2018.
Apple Event 9 September digelar pukul 00.00 WIB. iPhone lipat dan iPhone 18 Pro menjadi produk yang paling dinanti.
FIFA ASEAN Cup 2026 masuk kalender FIFA Matchday sehingga Timnas Indonesia berpeluang diperkuat pemain abroad.
Tol Jogja-Bawen Seksi 6 Ambarawa-Bawen ditargetkan beroperasi November 2026 setelah memasuki tahap Uji Laik Fungsi Operasi.