Geger Boyolali! Mayat Pria Ditemukan Terkubur di Dapur
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Aneka makanan mengandung protein./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Protein adalah makronutrien yang terdiri dari asam amino. Asupan ini penting untuk tubuh. Protein tidak hanya penting untuk perbaikan dan pemeliharaan otot, tetapi juga menyediakan energi bagi tubuh dan mengatur hormon.
Selain itu, protein juga bekerja sebagai enzim yang mempercepat reaksi kimia, mengatur perjalanan zat melintasi membran sel dan melindungi dari penyakit.
Menurut Mayo Clinic Health System, diet yang direkomendasikan untuk mencegah defisiensi bagi untuk rata-rata orang dewasa yang tidak banyak bergerak adalah 0,8 gram per kilogram berat badan.
Baca juga: Pakar Ungkap Penyebab Anak Pejabat Pajak, Mario Dandi Jadi Brutal
Namun, Anda harus menambah asupan protein jika melihat tanda-tanda berikut. Simak ulasannya.
Kekurangan protein dalam tubuh bisa menyebabkan kelemahan, kelelahan, dan kehilangan otot, pasalnya tubuh yang kekurangan protein dari makanan akan memenuhi kebutuhan proteinnya dari otot rangka. Berangsur-angsur otot akan mengecil seiring dengan kekuatan yang menurun dan memperlambat metabolisme tubuh lalu menyebabkan kelemahan dan kelelahan.
Jika Anda baru saja mengalami cedera akibat kecelakaan atau rutinitas latihan yang intens atau jika Anda baru saja menjalani operasi dan masih dalam masa pemulihan, kadar protein yang rendah dalam tubuh dapat memperlambat proses penyembuhan. Sel-sel baru membutuhkan waktu lama untuk dibangun kembali, membuat luka sulit disembuhkan.
Merasa lapar terus-menerus atau tergoda untuk makan camilan, bisa jadi pertanda kekurangan protein. Protein adalah makronutrien yang sangat mengenyangkan, sehingga membuat Anda kenyang lebih lama. Oleh karena itu, jika protein di tubuh lebih sedikit, ada kemungkinan besar rasa lapar akan menyerang tanpa henti.
Kekurangan protein membuat tubuh lebih rentan terkena penyakit sebab protein sangat penting untuk sistem kekebalan, di mana sel-sel kekebalan tersebut terbuat dari asam amino yang diperlukan untuk mencegah virus dan bakteri. Memenuhi asupan protein menjadi perlu dan penting dilakukan demi menjauhi berbagai infeksi virus serta bakteri.
Tanda-tanda awal akibat kadar protein yang rendah dalam tubuh adalah soal bagaimana kuku menjadi rapuh, kulit kering, dan penipisan rambut.
Hal tersebut terjadi karena kulit, rambut, dan kuku kita terdapat jenis protein tertentu seperti elastin, kolagen, dan keratin. Hal lumrah jika kekurangan protein dapat memengaruhi rambut, kulit, dan kuku seseorang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Juventus terancam gagal lolos ke Liga Champions usai kalah 0-2 dari Fiorentina dan turun ke posisi keenam klasemen Serie A.
Apple dikabarkan akan mengubah Siri menjadi AI percakapan setara ChatGPT dan Gemini melalui pembaruan iOS 27 pada akhir 2026.
Libur panjang Mei 2026 membawa 35 ribu wisatawan ke Bantul dengan PAD wisata mencapai Rp506 juta, didominasi Pantai Parangtritis.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat