Nenek yang Lapar Dihakimi Massa karena Curi Kue di Pasar Niten, Begini Penjelasan Polres Bantul
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Para pemain film Mendung Tanpo Udan saat jumpa pers di The Ratan, Panggungharjo, Sewon, Bantul (15/2/2023)./Harian Jogja-Hadid Husaini
Harianjogja.com, Bantul — Tak cuma novel yang telah lebih dulu rilis, lagu Mendung Tanpo Udan ciptaan musikus dan seniman Jogja, Kukuh Prasetya Kudamai juga diadaptasi dalam bentuk film.
Film dengan judul yang sama, yakni Mendung Tanpo Udan tersebut rencananya rilis pada akhir tahun ini.
Disutradai oleh sutradara muda, Kris Budiman, film Mendung Tanpo Udan berkisah tentang dua tokoh utama bernama Mendung dan Udan yang masing-masing diperankan oleh aktor dan aktris pendatang baru, Erick Estrada dan Yunita Siregar.
Selain itu, film ini juga melibatkan beberapa artis lokal Jogja, seperti Bimacho, Migga Sadewa, Alit Jabangbayi, Wijil, Popo Java, Gepeng Kesana-Kesini, Shaggy Dog dan sang pelantun Mendung Tanpo Udan, Kukuh Prasetya.
BACA JUGA: Terang Menutup Serial Minialbum Tematik Kukuh Kudamai
Sejauh ini, kata dia, ada sejumlah production house yang menawar lagu Mendung Tanpo Udan untuk dijadikan film. “Membikin dari album [Mendung Tanpo Udan] untuk jadi ke film memang udah cita-cita saya sejak lama,” ujar pria yang akrab disapa Popo tersebut.
"Itulah sebabnya, saya senang cita-cita saya ini bisa terwujud."
Sementara pencipta lagu Mendung Tanpo Udan, Kukuh Prasetya Kudamai berharap film ini bisa diterima oleh masyarakat pencinta film Tanah Air.
Meski begitu, dia tak menampik pengerjaan film tersebut terdapat berbagai kendala. "Sebagai manajer, Mas Popo punya keinginan agar lagu ini [Mendung Tanpo Udan] untuk difilmkan, tetapi enggak jadi-jadi. Untungnya, ada Nant Entertainment. Mereka bisa mewujudkan keinginan itu. Ya meski hanya sederhana,” ujar Kukuh.
Penulis novel Mendung Tanpo Udan, Fairuz Mumtaz menyebut bahwa lagu ini menjadi karya interval tahunan. Setelah ada novel, kali ini diproduksi menjadi film.
“Saya tidak mencampuri produk filmnya, jadi Kukuh menyampaikan bahwa karyanya bisa ditafsirkan masing-masing, hal tersebut menjadi karya kuat dan banyak tafsir sehingga memiliki kesan sendiri di hati masyarakat,” ujar Fairuz.
Sementara itu, Produser Nant Entertainment, Muhammad Hananto berharap bahwa film yang lekat dengan kehidupan Jawa ini tidak hanya dapat menjadi hiburan, tetapi sekaligus memperkenalkan Jogja secara luas kepada masyarakat.
"Semoga film ini bisa menjadi hiburan masyarakat sekaligus media untuk memperkenalkan budaya Jawa kepada khalayak lebih luas," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.