Jadwal Terbaru KRL Jogja-Solo Selasa 18 Agustus 2026 hingga Palur
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 18 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu tiba di setiap stasiun.
Sebuah teater dokumenter bertajuk Lidah Pem(ng)ikat Bangsa bakal dipentaskan di dua kota pada bulan ini. Teater ini dipertunjukkan secara ringkas di Kantor PKBI DIY pada Sabtu (3/2/2023) malam. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah teater documenter bertajuk Lidah Pem(ng)ikat Bangsa bakal dipentaskan di dua kota pada bulan ini. Teater ini dipertunjukkan secara ringkas di Kantor PKBI DIY pada Sabtu (3/2/2023) malam.
Secara khusus pementasan utuh akan dilakukan di Kedai Kebun Forum, Kota Jogja pada 10 dan 11 Februari 2023 dan di Padepokan Seni Mayang Sunda pada 17 Februari 2023 mendatang. Adpaun durasinya sekitar 45 menit.
Sutradara Teater Dokumenter Verry Handayani mengatakan cerita yang diangkat dalam teater yang akan dipentaskan ini lebih fokus tentang makanan yang sering menjadi media akulturasi budaya. Menurutnya makanan atau masakan yang terhidang hakekatnya bukan semata hanya soal perut dan ranah domestik.
BACA JUGA : NgayogyaMantra, Disbud DIY Apresiasi Kehadiran 50 Tahun ...
Akan tetapi bisa menjadi media diplomasi, seperti halnya sate kambing dan nasi rames khas Madura pernah dihidangkan kepada tamu negara dalam acara Konferensi Asia Afrika di Gedung Merdeka tahun 1955. Secara khusus dalam teater itu mengangkat empat jenis makanan dan minuman yaitu bir plethok, wedang ronde, gado-gado dan lonthong cap go meh. Keempat makanan ini dinilai merupakan produk dari akulturasi.
“Pemilihan keempat jenis makanan ini melalui riset lebih dahulu melibatkan pakar dan sejarawan. Misalnya makanan ini termasuk akulturasi bukan, kami coba teliti dan mencari narasumber. Seperti gado-gado ini ada versi yang dulunya berasal dari portugis,” katanya Sabtu.
Teater dokumenter merupakan satu bentuk pertunjukan teater menggunakan dokumen sejarah, arsip, reportase surat kabar dan verbatim sebagai sumber utama penulisan cerita. Pertunjukannya melibatkan aktor muda sebagai peneliti sekaligus penampil yang meniru narasumber atau mimesis. Di antaranya, Anggun Oktavia Mei Riasari, Dinarto Ayub Marandi, Muhammad Ramdan, Regina Gandes Mutiary, dan Sulaiman Gumilang.
BACA JUGA : Jubah Macan Sukses Tampilkan Teater tentang Kesetiaan
Para aktor akan berdialog sambil memasak, membicarakan nilai kultural, dan implikasi politis yang dibawa oleh hidangan yang dipresentasikan. Selain mendapatkan kesan visual dan emosional, sensasi aroma masakan dihadirkan di atas panggung serta lidah penonton akan diajak mencicipi kuliner akulturasi.
“Pertunjukan kali ini, saya melibatkan beberapa aktor muda di Jogjaa. Semoga karya ini bisa menjadi bagian dari mengenalkan kuliner nusantara dengan cara yang berbeda,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 18 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu tiba di setiap stasiun.
Bareskrim mengungkap kasus Business E-mail Compromise yang merugikan perusahaan AS hingga 350.325 dolar AS. Dua tersangka ditetapkan.
Cara membuat kategori khusus status WhatsApp untuk memilih audiens seperti keluarga, sahabat, atau rekan kerja tanpa memilih kontak satu per satu.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab dan KONI mengebut pembinaan atlet serta menyiapkan venue untuk Porda DIY 2027.
Jay Herdman resmi bergabung dengan Bali United untuk Super League 2026-2027. Ia pernah mencetak gol ke gawang Timnas Indonesia pada 2023.
Roberto Carlos dikabarkan memeluk Islam setelah mengucapkan syahadat. Namun, legenda Brasil itu belum memberikan konfirmasi langsung.