Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Apa yang langsung kamu lakukan saat bangun tidur? Apakah kamu sering langsung mengecek atau bermain handphone?
Jika iya, kamu perlu waspada karena kebiasaan itu bisa membawa dampak buruk padamu.
Melansir dari laman Universitas Muhammadiyah Surabaya, Fety Khosianah selaku Dosen Psikologi UM Surabaya menjelaskan beberapa dampak yang ditimbulkan jika seseorang terlalu sering mengecek handphone saat bangun tidur, di antaranya:
Dengan banyaknya pesan yang masuk melalui berbagai aplikasi seperti whatsApp maupun surat elektronik, membuat seseorang semakin bingung harus merespon yang mana terlebih dahulu.
“Hal ini bukanlah cara yang tepat untuk memulai hari, mengingat fakta bahwa seseorang akan melihat banyaknya pesan dari berbagai aplikasi, dan membuat terganggu untuk memulai hari dengan pikiran yang tenang dan nyaman,” jelas Fetynya dikutip Harianjogja.com, Selasa (24/1/2023).
Kondisi itu juga bisa membuat tingkat stres bertambah.
Saat pagi hari seseorang melihat banyaknya pesan yang masuk, melihat postingan orang lain yang mungkin lebih bahagia, hal tersebut bisa berujung pada sikap membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain.
Hal ini bisa membuat seseorang meniru apa yang dilakukan orang lain, misal dengan meniru apa yang mereka makan tanpa memperhatikan kebutuhan dan kemampuan diri. Hal ini jika dilakukan berulang-ulang bisa memicu obesitas terutama pada orang-orang yang memiliki metabolisme tubuh yang rendah.
Atau jika seseorang melihat bentuk tubuh orang lain yang jauh lebih bagus, akan membuat seseorang mengambil keputusan untuk membatasi makanan. Hal ini jika dibiarkan bisa menyebabkan timbulnya penyakit, misalnya maag karena tidak pernah sarapan, atau bahkan lebih buruknya bisa menyebabkan orang tersebut mengalami gangguan makan seperti anorexia nervosa maupun bulimia nervosa.
Saat seseorang kebanjiran informasi dan belum sepenuhnya sadar dari bangun tidur membuat kemampuan otak berkurang untuk fokus dan memprioritaskan tugas.
Untuk menghindari hal ini Fety menyarankan agar sebaiknya seseorang minum segelas air putih terlebih dahulu ketika bangun tidur di pagi hari. Sebaiknya ketika bangun tidur itu ambil jeda dan luangkan waktu untuk menjernihkan hati dan pikiran agar kesehatan mental tidak terganggu, serta pastikan kondisi hingga benar-benar terjaga terlebih dahulu sebelum membuka handphone.
Awalnya seseorang hanya ingin mengecek handphone selama 15 menit, namun lama kelamaan tidak terasa satu jam berlalu. Setelah menyadari satu jam berlalu, dan ternyata belum melakukan apa-apa, seseorang akan bangun dan terburu-buru bersiap-siap menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggungan.
Jika ini terjadi berulang kali akan membuat jadwal aktivitas harian anda bisa terganggu dan lama kelamaan bisa menyebabkan penurunan produktivitas.
Gangguan Fisik
Kebiasaan mengecek handphone setelah bangun tidur juga membawa dampak buruk pada kesehatan fisik. Dilansir dari Solopos-jaringan Harianjogja.com, kebiasaan ini bisa mengakibatkan nyeri pada leher. Jika sering melihat handphone, laptop, maupun gadget lainnya saat bangun tidur, risiko terkena nyeri leher semakin besar.
Selain itu, penglihatan juga bisa menjadi kabur. Paparan cahaya bisa membuat mata menjadi kering dan memicu ketegangan mata. Lama-kelamaan bisa membuat pandangan menjadi kabur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Muhadjir Effendy dalam kasus dugaan korupsi kuota haji setelah saksi meminta penundaan.