Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Latto-latto/Wikipedia
Harianjogja.com, JOGJA—Permainan Latto-latto sepertinya sedang diminati masyarakat Indonesia saat ini. Permainan tradisional ini sudah pernah ada di awal tahun 2000.
Tersebarnya video bermain Latto-latto di media sosial membuat permainan ini viral. Banyak tempat menjual mainan ini dengan harga yang cukup murah yakni mulai Rp7.000.
Permainan ini menyajikan dua bola keras, padat dan lembut yang dikaitkan dengan dua seutas tali dengan cincin pegangan di tengahnya. Cara memainkannya cukup mudah yakni hanya dengan menggoyangkan tangan ke atas dan ke bawah hingga kedua bola itu berbenturan.
Dilansir dari Wikipedia, Katto-katto di Indonesia telah mengalami modifikasi pada asal usulnya. Tali yang digunakan tidak setebal tali clackers sehingga akselerasi yang dihasilkannya lebih cepat.
Baca juga: Sedang Viral! Ini Link Download dan Cara Main Latto-latto Online
Begitu pula dengan varian ukuran bola ada yang lebih kecil atau lebih besar pada umumnya. Terdapat pula jenis katto-katto dengan efek menyala. Sehingga jika dimainkan pada tempat gelap atau malam hari terlihat menarik.
Berikut ini berbagai jenis Katto-katto:
Jenis atau varian katto-katto ini memiliki dua buah bola yang kurang lebih seukuran telur ayam atau bebek. Jenis katto-katto ini menjadi standar umum untuk ukuran katto-katto. Dua buah bola yang padat dan keras ini turut mempengaruhi bunyi yang dihasilkan dan juga kecepatannya saat diayunkan. Dalam memainkan Katto-katto jenis ini harus berhati-hati agar jari-jari tangan tidak cedera terkena bolanya.
Jenis atau varian katto-katto ini memiliki dua buah bola yang berukuran lebih besar daripada umumnya yang hampir sebesar ukuran jeruk bali. Walau bolanya lebih besar, tapi bola ini ringan dan tidak padat. Keunggulan jenis katto-katto ini adalah ringan dimainkan, bagus untuk pemula karena tidak menyakiti jika mengenai jari-jari atau tangan, dan mudah dimainkan. Kekurangannya lebih repot untuk dibawa, kecepatannya lebih lambat, dan lebih mudah rusak atau pecah.
Jenis atau varian katto-katto ini dapat memberikan efek menyala pada tempat gelap. Kedua buah bolanya terbuat dari bahan fosfor. Nyala cahaya yang dihasilkan berasal dari sinar yang diberikan dari senter Handphone atau benda pengantar cahaya lainnya. Varian katto-katto ini lazim juga disebut katto-katto senter. Keunggulan jenis Katto-katto ini adalah terlihat lebih menarik dan estetik karena ayunan bolanya yang menyala.
Jenis atau varian katto-katto ini memiliki empat buah bola dan ketika diayunkan keempat buah bola tersebut akan saling berbenturan dan menghasilkan bunyi. Varian katto-katto ini diperkenalkan oleh masyarakat Sunda dan Ridwan Kamil menamakan varian katto-katto ini Pakujut nok-nok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Progres Tol Jogja-Solo Seksi Trihanggo-Junction Sleman capai 85%. Ditargetkan selesai Oktober 2026 dan segera tersambung ke Tol Jogja-Bawen.
Ribuan warga hadir dalam pengajian dan sholawatan HUT ke-110 Sleman. Bupati tekankan pembangunan spiritual dan kebersamaan.
Chelsea resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru. Simak profil, kontrak, dan target The Blues di musim mendatang.
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
PSM vs PERSIB jadi laga penentu juara. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan kondisi terbaru kedua tim di sini.