Peneliti Temukan Resep Membuat Es Krim Anti Meleleh
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Tangkapan layar video jajanan mi goreng campur bir di Agra, India yang viral di media sosial. - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com AGRA—Olahan makanan dari India terkadang sungguh di luar dugaan. Baru-baru ini, sebuah video yang menunjukkan perpaduan antara bir dan mi goreng viral di jagat maya.
Jika biasanya mi goreng dibuat dari mi yang dimasak dengan minyak dan berbagai saus, namun di tangan orang India ini mi goreng justru dicampur dengan bir.
Melansir Food NDTV, seorang food vlogger membagikan sebuah video tentang penjual mi goreng yang berlokasi di pinggir jalan Kota Agra. Video itu viral karena menampilkan proses memasak mi goreng menggunakan bir.
Pada awal video, tampak penjual memanaskan wajannya yang besar lalu menuangkan botol bir di atasnya. Kemudian, dia mulai menuang sayuran, mi, dan menambahkan aneka bumbu bubuk. Mi itu juga ditambahi kecap hingga berwarna kecoklatan.
Penyajian mi goreng itu dilakukan di atas piring kecil. Sekilas, hidangan itu tampak seperti mi goreng pada umumnya. Namun, siapa mengira jika penjual mencampurinya dengan minuman keras.
Keanehan street food India ini bukan pertama kalinya. Sebelumnya, ada juga penjual mi instan di pinggir jalan yang mencampuri masakannya dengan potongan buah mangga
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : NDTV
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Pertamina memastikan isu larangan Pertalite untuk merek kendaraan tertentu mulai 1 Juni 2026 adalah hoaks dan tidak benar.
Kemenhub memperketat ramp check bus AKAP jelang libur Iduladha 2026 untuk memastikan keselamatan perjalanan masyarakat.
Ditjenpas memindahkan 80 napi high risk ke Nusakambangan selama Mei 2026 untuk memperkuat keamanan dan pembinaan lapas.
Kasus kekerasan seksual UPN Veteran Yogyakarta memasuki tahap sanksi. Lima dosen dinonaktifkan sementara oleh kampus.
BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga akhir Mei 2026.