Operasional KA Pangrango Terganggu Longsor, KAI Klaim Ganti 60% Tiket
Longsor di area jalur rel KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng berdampak pada operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor- Sukabumi.
Human papiloma virus (HPV)/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Salah satu jenis kanker yang menyerang perempuan selain kanker payudara adalah kanker dinding rahim atau kanker serviks. Kanker ini juga menjadi kanker paling banyak kedua diderita di Indonesia, setelah kanker payudara.
Global Cancer Obsevatory mencatat, pada tahun 2020 lalu, di Indonesia ada sebanyak 36.633 kasus kanker serviks.
Dokter spesialis kandungan dan ginekologi dr. Cindy Rani Wirasti menyebut, penyebab kanker serviks ini adalah Human Papillomavirus atau HPV.
Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut, HPV adalah virus yang sebabkan infeksi menular seksual yang umum. Bisa sebabkan kutil kelamin dan kanker.
Saat ini sudah ada vaksin yang bisa mencegah penularan virus HPV ini, dengan nama yang sama, vaksin HPV.
Virus ini punyai ratusan tipe, yang terbagi ke dalam tipe risiko rendah dan tipe risiko tinggi. Namun, tipe paling ganas adalah tipe 16 dan 18 yang dapat sebabkan kanker serviks.
Jenis kanker apa saja yang ditimbulkan oleh Virus HPV?
Kanker serviks ini bukanlah satu-satunya kanker yang disebabkan oleh virus HPV, ada beberapa jenis kanker yang juga disebabkan oleh virus ini.
"Bukan cuman kanker serviks saja, tapi paling banyak dari semua jenis kanker ini, kanker serviks, sehingga ink bisa menjadi awareness kita dan kewaspadaan kita, bahwa hpv ini menyebabkan kanker serviks," tutur dr. Cindy dalam Kelas Jurnalis MSD di kawasan Kuningan, Jakarta pada Selasa (2/10/2022).
Berdasarkan CDC, virus HPV ini bisa menyebabkan kanker vulva, kanker vagina, kanker penis, kanker anus dan kanker orofaring.
Kanker orofaring ini merupakan kanker di bagian belakang tenggorokan yang biasa juga disebut dengan kanker orofaringeal.
dr. Cindy juga menegaskan virus HPV ini meruapakan virus yang umum, sehingga jika terpapar virus ini tidak akan menimbulkan gejala, pada awal penularan.
"Karena ini merupakan virus umum, awalnya gejalanya itu tidak disadari, tidak ada demam, tidak ada apa-apa, tiba tiba ada aja,"
dr. Cindy mengungkap, tipe virus HPV ini terbagi menjadi tipe dengan risiko rendah dan tipe dengan risiko tinggi.
"Kalau risiko rendah itu penyakit-penyakit (seperti) kutil kelamin (kutil genitalia) yang ada pada daerah kelamin, vagina dan vulva pada wanita dan penis pada pria, pada anak ataupun pada orofaring (tenggorokan)," jelas dr. Cindy.
Sedangkan tipe dengan risiko tinggi, dr. Cindy menjelaskan, termasuk tipe 16 dan 18. Keduanya termasuk tipe paling ganas dan menyebabkan 75 persen kasus kanker serviks di dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Longsor di area jalur rel KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng berdampak pada operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor- Sukabumi.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 18 Mei 2026 dari pagi hingga malam, rute Tugu Yogyakarta dan Wates.