13 Bank Tutup hingga September 2026, Ada dari DIY dan Jawa Tengah
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Anak Sakit/boldsky.com
Harianjogja.com, JAKARTA - BPOM mengatakan ada beragam penyebab anak terkena gagal ginjal akut, salat satunya yakni multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) atau sindrom peradangan multisistem pasca Covid-19.
Hal tersebut disampaikan BPOM dalam klarifikasinya terkait hasil pengawasan terhadap obat mengandung etilen glikol dan dietilen glikol yang dirilis kemarin, Kamis 20 Oktober 2022.
Dalam klarifikasinya itu, BPOM menyatakan dari beberapa faktor risiko kejadian gagal ginjal, salah satunya adalah multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) atau sindrom peradangan multisistem pasca COVID-19.
"Hasil uji cemaran EG tersebut belum dapat mendukung kesimpulan bahwa penggunaan sirup obat tersebut memiliki keterkaitan dengan kejadian gagal ginjal akut, karena selain penggunaan obat, masih ada beberapa faktor risiko penyebab kejadian gagal ginjal akut seperti infeksi virus, bakteri Leptospira, dan multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) atau sindrom peradangan multisistem pasca COVID-19," tulis BPOM.
Baca juga: Ini Nama Lima Obat Sirup yang Berbahaya untuk Ginjal Anak Menurut Keterangan Resmi BPOM
Dikutip dari laman RS Permata Bunda, fenomena khusus yang dikelompokkan dalam Sindroma Inflamasi Multi Sistem Anak (Multisystem Inflammatory Syndrome in Children atau MIS-C).
Menurut CDC (2020), sindrom peradangan multisistem pada anak-anak (MIS-C) adalah suatu kondisi di mana bagian tubuh yang berbeda dapat meradang, termasuk jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata, atau organ pencernaan.
Hubungan antara infeksi COVID-19 dengan Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) diyakini kuat berkaitan dengan adanya disregulasi reaksi imun. Faktor genetik dan faktor lingkungan dapat menginduksi reaksi imun yang akan memproduksi sitokin dalam jumlah besar di dalam tubuh, yang pada pembuluh darah akan menyebabkan gejala yang mirip dengan penyakit Kawasaki. Teori saat ini meyakini adanya ketidakseimbangan antara sel T-helper dan T regulator pada kasus MIS-C.
Gejala MIS-C Pada Anak
MIS-C sangat erat kaitannya dengan sistem imun anak, oleh karena itu, tanda dan gejala dari MIS-C dapat berbeda pada setiap anak Berikut ini beberapa di antaranya:
Sementara itu, keluhan yang umum terjadi adalah demam. Meski demikian, sebaiknya ibu tidak menunda untuk memeriksakan kondisi sang buah hati jika terlihat gejala yang lebih serius, yaitu:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Head to head Indonesia vs Thailand jelang final FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda terakhir menang pada 2016 dan tanpa kemenangan dalam 6 laga berikutnya.
Pemerintah membuka registrasi Perlinsos Digital untuk memutakhirkan data calon penerima bansos yang akan digunakan dalam penyaluran bantuan pada 2027. Masyaraka
Grammy Awards 2027 tetap akan menghadirkan kategori Best Asian Pop Music Performance meski sebelumnya menuai perdebatan di kalangan musisi. Recording Academy me
Kapolri Suyudi Ario Seto memutasi 88 perwira melalui ST/2205/X/KEP./2026. Sejumlah jabatan utama Mabes Polri ikut berganti.
Alice Walton menambah kekayaan US$33 miliar menjadi US$134 miliar dalam daftar Forbes 2026. Ini sumber kekayaan dan bisnisnya.