Indonesia Tanpa Marselino, Ragnar, dan Justin Hubner Hadapi Timor Lest
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Ilustrasi periksa mata. - Harian Jogja/Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Selain kebiasaan menggunakan gawai secara berlebihan, gangguan penglihatan juga bisa disebabkan oleh penyakit diabetes. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan satu dari tiga penderita diabetes beresiko terkena retinopati diabetikum. Gangguan mata ini terjadi pada penderita diabetes.
Indonesia saat ini menempati peringkat 5 dunia dengan penderita diabetes terbanyak. Rupanya, penderita diabetes tipe 1 dan 2 berisiko menderita Diabetik Makular Edema (DME) dan kehilangan penglihatan.
Dilansir dari Antara, dokter spesialis mata dari Universitas Indonesia, Gitalisa Andayani mengatakan sebanyak 43% pasien diabetes memiliki risiko untuk menderita diabetik retinopati, penyebab utama kebutaan pada populasi usia kerja. Bahkan, 26% di antaranya juga memiliki risiko kehilangan penglihatan.
Pada penderita diabetes, terlalu banyak gula darah dapat merusak pembuluh darah kecil di dinding belakang bagian dalam mata atau retina. Bahkan, bisa saja menyumbat pembuluh darah secara keseluruhan.
"DME secara umum diakibatkan oleh keadaan hiperglikemia pada pembuluh darah retina yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama pada penderita retinopati diabetik," kata Gitalisa dikutip dari Antara, Senin (17/10).
DME merupakan salah satu gangguan penglihatan berat yang kerap terjadi pada usia produktif atau di bawah 50 tahun. Pada akhirnya, DME mampu menyebabkan hilangnya produktivitas.
Gitalisa juga menyebutkan jika DME biasanya mempengaruhi mempengaruhi hubungan dengan keluarga, komunitas, bahkan dengan masyarakat secara luas, sehingga tak jarang penderitanya mengalami stres.
Gejala awal DME, jelas dia, biasanya diawali dengan penglihatan yang mulai kabur. Kemudian hilangnya warna kontras yang bisa dikenali mata, sampai akhirnya timbul titik buta.
Untuk itu, menurutnya perlu dipahami apa saja faktor risikonya. "Beberapa faktor risiko DME seperti menderita Diabetes Melitus (DM) dalam waktu yang sudah panjang, memiliki riwayat hipertensi dan hiperkolesterol, obesitas, serta tidak mampu mengontrol gula darah,” katanya.
Dia menegaskan perlunya skrining DME, terutama untuk orang yang punya penyakit diabetes. Kemudian diagnosis DME ditegakkan setelah ditemukan adanya penurunan penglihatan yang tajam, gambaran khas pada makula dengan pemeriksaan funduskopi, dan adanya penebalan makula yang disertai dengan ditemukannya gambaran penebalan makula pada Optical Coherence Tomography (OCT).
Pasien diabetes melitus bisa mengalami perkembangan penyakit retina, mulai dari NPDR (Non-Prolifereative Diabetic Retinopathy) yang ringan hingga berat. Kemudian, penyakit itu dapat berkembang menjadi PDR (Proliverative Diabetic Retinopathy) awal, risiko tinggi, dan tingkat lanjut.
Gitalisa menegaskan dalam setiap tahapan penyakit tersebut dapat berubah menjadi DME jika kelainan terjadi pada makula. Jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan kebutaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.
Citilink mengoperasikan 43 pesawat hingga Juni 2026. Dukungan Danantara mendorong transformasi Garuda Indonesia Group dan ekspansi rute.