Rupiah Melemah ke Rp17.698 Dibayangi Sentimen Global
Rupiah melemah ke Rp17.698 per dolar AS di tengah sikap wait and see investor terhadap sentimen global dan data ekonomi RI.
Mi instan di Korea/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Mi instan digemari masyarakat Indonesia. Kaum yang menggantungkan hidup dari gaji bulanan sering menyebut penganan ini sebagai solusi saat tanggal tua.
Selain murah, mi instan juga praktis dan mengenyangkan. Mi instan juga menawarkan rasa yang beraneka ragam. Namun, mi instan menyimpan sederet bahaya yang mengintai. Berikut ini deretan bahaya mi instan untuk kesehatan dari berbagai sumber!
Mi instan rendah protein dan serat. Padahal peran protein bisa membantu program penurunan berat badan, dengan meningkatkan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, rendahnya serat juga akan membuat proses pencernaan terganggu.
Selain rendah protein dan serat, mi instan juga rendah vitamin dan mineral. Rendahnya nutrisi ini jika ditambah dengan tingginya kalori yang dihasilkan akan memicu kenaikan berat badan.
Lalu, sistem pencernaan yang buruk akibat konsumsi mi juga menambah rumit kondisi dalam tubuh.
Konsumsi mi instan terlalu banyak juga bisa dapat merusak hati. Hal ini dikarenakan mi instan merupakan olahan yang mengandung zat adiktif, pengawet, perasa dan pemanis buatan.
Kombinasi ini akan menyebabkan hati kerepotan dan stres. Lalu menyimpan lemak dan selnya sendiri. Semakin lama, lemak unu kana menumpuk dan merusak hati, sehingga fungsinya juga terganggu.
Mengapa mi instan bisa berdampak buruk pada otak? Sebab mi instan mengandung mononatrium glutamat (MSG). Ini merupakan zat adiktif untuk meningkatkan cita rasa makanan.
Penelitian mengungkapkan bahwa konsumsi NSG berlebih dapat menimbulkan kondisi kesehatan yang buruk, seperti berdampak buruk pada otak, peningkatan tekanan darah, penambahan berat badan, serta picu sakit kepala.
Mi instan memang praktis dan enak, namun ini juga tidak memiliki kandungan nutrisi yang menjanjikan. Sebab mi instan justru akan menyumbang banyak kalori, gila, lemak jenuh dan rendah protein serta serat. Sehingga tidak bisa membantu fungsi organ ataupun sel tubuh seperti layaknya penganan sehat.
Mi instan mengandung natrium yang tinggi. Kelebihan konsumsi natrium dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang serius seperti, tekanan darah tinggi, stroke, gagal jantung, batu ginjal hingga kanker pankreas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI-Bisnis.com
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Veddriq Leonardo optimistis meraih medali emas Asian Games 2026 di Jepang. Persiapan difokuskan pada teknik, fisik, dan mental.
Polisi mengekshumasi jasad korban pengeroyokan di Tabanan untuk memastikan penyebab kematian. Lima warga telah ditetapkan sebagai tersangka.