Danantara Buka Peluang Pembiayaan Proyek Sampah Jadi Listrik
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA-Selain di kulkas, ada banyak cara menyimpan daging kurban yang bisa Anda coba. Anda dapat menyimpan daging kurban selain di kulkas dengan mengeringkan daging dari cairan, pengawetan kering, pengawetan basah, menggunakan garam pengawet, mengasap daging, membuat dendeng, dan pengalengan daging.
Mengawetkan daging cukup mudah, Anda hanya perlu tahu cara melakukannya dengan benar, ingatlah untuk selalu mencoba dan menggunakan bahan lokal untuk mengawetkan daging dan tidak benar-benar memasak daging. Berikut kami ringkaskan cara menyimpan daging kurban selain di kulkas.
Cairan dalam daging akan menjadi unsur pertama rusak dan bukan daging yang sebenarnya. Itu terjadi karena begitu cairan ini terserang bakteri, mereka juga akan mencemari daging di sekitarnya yang pada akhirnya daging akan mulai membusuk.
Banyak orang akan memberi tahu Anda bahwa hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membekukan daging. Masalahnya adalah tidak semua orang memiliki kulkas atau freezer sebagai alat untuk menyimpan daging lebih lama.
Meskipun ini adalah teknik pengawetan daging primitif, tetapi tidak peduli bagaimana Anda berencana untuk memperpanjang umur simpan daging, Anda harus selalu mulai dengan yang satu ini, karena Anda akan memperlambat pembusukan secara substansial, tidak peduli dalam iklim seperti apa Anda tinggal.
Cara menyimpan daging kurban selain di kulkas selanjutnya adalah daging dapat diawetkan dengan sistem pengawetan kering menggunakan garam. Anda juga bisa memanfaatkan gula untuk membunuh bakteri dan mengeringkan daging.
Caranya cukup sederhana, cukup potong daging menjadi irisan tipis dan tutupi dengan garam dan gula. Banyak orang akan mengatakan bahwa gula ada untuk rasanya, tetapi kenyataannya adalah bahwa gula memiliki sifat antibakteri yang sangat baik.
Letakkan daging di bawah sinar matahari untuk dikeringkan atau Anda bisa memasukkannya ke dalam stoples. Apa pun metode yang Anda pilih untuk dilakukan, pastikan ada banyak garam dan gula yang menutupi semua sisi daging.
Kekurangan menyimpan daging kurban dengan metode ini adalah Anda akan membutuhkan banyak garam dan gula. Semakin banyak daging yang mau disimpan, semakin banyak garam dan gula yang dibutuhkan untuk mengawetkan daging.
Mengasapi daging merupakan cara menyimpan daging yang telah ada selama beberapa milenium dan ini adalah cara terbaik untuk mengawetkan daging dengan hanya menggunakan sumber daya lokal.
Hal yang hebat tentang mengasapi daging adalah Anda dapat melakukannya kapan saja. Setelah Anda membuat api, pastikan untuk menempatkan daging dalam posisi tinggi tetapi cukup dekat untuk dijangkau oleh asap.
Demikian itu tiga cara menyimpan daging kurban selain di kulkas. Jika penasaran bagaimana hasilnya, silahkan dicoba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.
Cak Imin memastikan Presiden Prabowo Subianto menghadiri puncak Harlah Ke-28 PKB pada Kamis 23 Juli 2026 dan akan menyampaikan pidato.
Simak daftar rute Trans Jogja terbaru 2026 beserta tarif terkini. Jaringan layanan makin luas dengan akses antarkoridor yang semakin terintegrasi.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 23 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian kompak naik pada Kamis 23 Juli 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru.
UKDW Jogja membuka Prodi Teknologi Pangan di Fakultas Bioteknologi untuk mencetak SDM unggul di bidang inovasi pangan berbasis sains dan teknologi.