Houthi Serang Kilang Minyak Aramco, Arab Saudi Hadapi Ancaman Baru
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Warga sedang membeli bahan jamu tradisional, salah satunya adalah jahe putih di kios jamu tradisional yang ada di Pasar Kranggan, Kecamatan Jetis, Rabu (11/3/2020)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah tanaman herbal bisa menjadi alternatif meningkatkan daya tahan tubuh di tengah kasus Covid-19 yang terus meningkat. Cara tradisional yang sudah turun temurun di Nusantara ini dapat menjadi strategi mandiri dalam menghadapi pandemi.
Pakar Herbal Dokter Natalia mengakui banyaknya manfaat dari tanaman herbal. Ia mencontohkan, tanaman kunyit yang bersifat anti oksidan dapat melindungi tubuh dari radikal bebas. Selain itu memiliki sifat anti inflamasi, sehingga sangat bermanfaat untuk mengatasi peradangan.
Begitu juga dengan Jahe Merah yang megandung tonikum juga cocok untuk memperbaiki sel otot. Sedangkan Jahe Putih memiliki senyawa gingerol untuk anti inflamasi atau radang flu.
"Masyarakat bisa memanfaatkan kencur yang juga memiliki banyak manfaat. Selain mengandung senyawa anti oksidan juga sebagai pereda batuk dan meningkatkan energi tubuh," katanya dalam diskusi daring Strategi Memenangkan Pertempuran, Tinjauan Kesehatan dan Sosial Budaya dalam Penanganan Covid-19, Kamis (3/3/2022).
Sejumlah tanaman herbal ini bisa menjadi salah satu solusi mandiri dalam meningkatkan sistem imun tubuh di tengah pandemi Covid-19. "Tentunya pengolahan tanaman tanaman herbal baiknya yang sudah terstandarisasi dan memiliki sertifikasi serta izin," ujarnya.
Baca juga: Kematian Akibat Covid-19 di DIY Melonjak, 20 Orang Meningga Dalam 24 Jam
Pakar dari Widya Herbal Indonesia Risa Umari Yuli menambahkan penyakit akibat virus sebagian besar bersifat self limiting disease, sehingga mengandalkan kekuatan pertahanan tubuh. Di tengah pandemi ini tentu upaya memperkuat imun tubuh menjadi langkah yang harus dilakukan untuk meminimalisasi paparan virus.
"Menjaga imunitas tubuh memang harus dilakukan. Salah satu cara meningkatkan imun dapat dilakukan dengan mengonsumsi tanaman herbal," katanya.
Pemerhati Herbal dari Universitas Padjajaran Erna Herawati mengatakan penggunaan tanaman herbal bisa menjadi salah satu strategi budaya dalam mengubah perilaku masyarakat di masa pandemi. Pemerintah sudah berupaya melakukan kampanye perubahan dengan membiasakan prokes.
"Begitu juga dengan kebiasaan turun temurun dalam menggunakan tanaman sebagai obat, ini bisa menjadi salah satu upaya mandiri dalam menghadapi pandemi," ujarnya.
Narasumber lainnya Aries Ikawati Arifah menyatakan saat ini ini masyarakat sudah dimudahkan layanan telemedicine sehingga bisa berkonsultasi dengan dokter tanpa mengenal ruang dan waktu. Upaya mengintegrasikan warisan budaya nusantara seperti tanaman herbal dengan advanced technology akan menciptakan produk berdaya guna tinggi.
"Di Widya Herbal misalnya dengan memanfaatkan fitur canggih AI scan lidah untuk mendeteksi gejala pasien, telemedicine untuk berkonsultasi dengan dokter tersertifikasi herbal," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan
Xiaomi resmi meluncurkan HyperOS 4 di China. Sistem operasi terbaru ini membawa desain transparan ala kaca, AI Assistant 2.0, performa lebih cepat, dan fitur li
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.