Ketua Banggar DPR Pastikan TKD 2027 Naik, Bukan Dipangkas
Ketua Banggar DPR memastikan Transfer ke Daerah (TKD) 2027 tidak turun dan berpotensi melampaui alokasi Rp649 triliun pada 2026.
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia./fk.ui.ac.id
Harianjogja.com, JAKARTA - Bagi kamu yang saat ini sudah kelas XII dan berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tentunya jurusan kuliah sudah mulai kamu pertimbangkan. Sebab, memilih jurusan perguruan tinggi gampang-gampang susah, ada banyak yang harus dipertimbangkan agar tidak menyesal dan merasa salah jurusan di kemudian hari.
Nah, agar kamu tidak salah langkah simak 9 tips sederhana yang bisa kamu perhatikan sebelum memilih jurusan kuliah seperti dilansir dari channel YouTube SBMPTN & SNMPTN, Jumat (21/1/2022).
Kunci awal menjadi seorang yang sukses adalah memilih jurusan yang sesuai dengan keinginan. Kamu wajib mengetahui lebih dulu minat dan passion Kamu agar tidak salah memilih jurusan. Misalnya, kamu memiliki ketertarikan kuat pada cabang dunia sains atau IPA. Maka kamu bisa memilih jurusan kedokteran, biologi, kimia dan lainnya.
Banyak mahasiswa/i yang berhenti kuliah dengan alasan mereka lelah atau merasa tidak mampu menyelesaikannya. Sehingga, penting sekali memiliki motivasi pada diri. Agar hal-hal seperti itu tidak dapat melemahkan semangat kamu hingga berhasil lulus kuliah.
Baca juga: Soal Kuliah Tatap Muka, Ini yang Dilakukan Kampus di Jogja
Apabila kamu ingin menjadi seorang dokter, namun tidak memiliki kemampuan yang mumpuni pada pelajaran IPA. Tentu akan menyulitkan langkahmu kedepannya, sebaiknya lihat potensi pada diri sebelum menentukan jurusan mana yang sesuai dengan potensi kamu.
Kepribadian seseorang menentukan karir yang sesuai nantinya, misalnya kamu ingin menjadi jurnalis tentu dibutuhkan kemampuan menggali informasi dan kecakapan komunikasi.
Untuk tipikal orang yang pendiam, sangat tidak cocok dengan karir seperti ini. Nah, memilih jurusan pun. Baiknya menyesuaikan dengan kepribadian ya agar kamu tidak merasa terbebani saat menjalaninya.
Memilih jurusan karena mengikuti teman, sangat tidak disarankan bagi kamu yang ingin sukses kuliah. Jadi, kamu harus memilih atas pilihan pribadi. Bukan sekedar mengikuti jejak orang lain, sebab hal itu akan berdampak buruk dikemudian hari.
Pastikan kamu memilih gambaran karir cemerlang nantinya, sebelum memilih jurusan. Misalnya kamu memilih jurusan akuntansi, karir di perkantoran atau bank sangat ideal untukmu nanti. Untuk pilihan jurusan lain pun, harus memiliki prospek kerja masa depan.
Tak ada salahnya jika kamu mencari tahu latar belakang pada jurusan,selain mempengaruhi karir, latar belakang jurusan juga dapat memberikan pertimbangan yang lebih matang. Kamu bisa berkonsultasi dengan orang yang berpengalaman pada jurusan tersebut.
Jika kamu sedang berniat untuk kuliah di perguruan tinggi, cek kembali jurusan akreditasi tersebut khususnya perguruan tinggi swasta. Akreditasi bisa memberikan indikasi bahwa jurusan tersebut memiliki kredibilitas terpercaya, Akreditasi juga dapat mempengaruhi proses lamaran kerja atau melanjutkan pendidikan lanjutan.
Memilih jurusan memang membutuhkan pertimbangan yang matang termasuk biaya, tentu sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, kamu harus mempertimbangkan kemampuan orangtua dan finansial yang mendukung hingga program pendidikan berakhir. Ingat, bahwa biaya pendidikan di Universitas membutuhkan waktu yang lebih lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Ketua Banggar DPR memastikan Transfer ke Daerah (TKD) 2027 tidak turun dan berpotensi melampaui alokasi Rp649 triliun pada 2026.
OBT2 Ragnarok Zero: Global resmi dibuka. Cek fitur baru seperti Get Poring, RO Factory, MVP Raid, dan cara ikut beta test sekarang.
Lionel Messi memimpin top skor Piala Dunia 2026 dengan 8 gol, mengungguli Mbappe dan Haaland.
Meta meluncurkan Muse Image, AI pembuat gambar dari teks yang bisa pakai foto Instagram publik. Simak fitur dan isu privasinya.
Fasilitas kampung nelayan Rp22 miliar di Poncosari Bantul belum beroperasi karena serah terima aset belum selesai.
KPK menduga eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono meminta fee 10 persen dari proyek. Penyidikan terus dikembangkan.