Mirwan Suwarso Tersenyum, Como Hajar MU 4-1 di Liga Champions
Como menang 4-1 atas Manchester United di Liga Champions. Mirwan Suwarso jadi sorotan, sementara tekanan terhadap Michael Carrick meningkat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Perkembangan teknologi dan zaman membuat kita harus multitasking. Tapi, tahukah Anda jika kebiasaan multitasking sejatinya memiliki dampak negatif.
Apa saja dampak negatif dari kebiasaan multitasking? Berikut dampaknya, seperti dikutip dari buku “Ikigai The Japanese Secret to a Long and Happy Life” karya Hector Garcia dan Francesc Miralles.
1. Pekerjaan tidak terselesaikan dengan sempurna
Perlu Anda ketahui saat kita melakukan multitasking, yang sebenarnya sedang kita lakukan adalah mengganti pekerjaan satu dengan pekerjaan lain dalam waktu yang super cepat.
Sayangnya, kita bukan mesin komputer yang dapat memproses sesuatu secara bersamaan. Kita cenderung akan berakhir menghabiskan tenaga dan energi untuk beralih dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain, dibandingkan fokus menghabiskan energi untuk melakukan satu pekerjaan dengan baik.
2. Terlalu bergantung pada teknologi
Multitasking butuh kedisplinan, jika tidakkita akan bergantung pada teknologi. Seperti saat ketika sedang menulis esai, kita duduk di depan komputer dan memakai Google untuk mencari informasi yang kita perlukan.
3. Cenderung melakukan banyak kesalahan
Jika kita terus-menerus meminta otak kita untuk mengganti satu pekerjaan dengan pekerjaan lain dalam waktu bersamaan secara cepat, kita hanya akan membuang waktu dan memperbanyak kesalahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Como menang 4-1 atas Manchester United di Liga Champions. Mirwan Suwarso jadi sorotan, sementara tekanan terhadap Michael Carrick meningkat.
Mbah Wariyana di Bantul berjualan jajanan dengan penghasilan Rp35.000 sehari demi memenuhi kebutuhan hidup dan merawat cucunya yang disabilitas.
Soundrenaline Sana Sini digelar di Ambarrukmo District, Jogja, 31 Oktober 2026, menghadirkan The SIGIT, Efek Rumah Kaca, HIVI!, dan lainnya.
Rupiah melemah 0,17% ke Rp18.022 per dolar AS setelah BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%
ESDM mengamankan penimbunan 400.000 liter solar subsidi di Semarang yang diduga akan dijual ke sektor industri, perkebunan, dan pertambangan.
Gunungketur mengalokasikan Dana Keistimewaan Rp120 juta untuk program PMT dengan melibatkan UMKM lokal demi penanganan stunting dan ekonomi warga