Guyon Waton Guncang Sukoharjo, Konser Gratis!
Guyon Waton akan tampil gratis di konser Sukoharjo Spektakuler 18 Juli 2026. Diprediksi ribuan penonton hadir.
Asteroid Bennu/NASA
Harianjogja.com, JAKARTA - Tata surya terbentuk dari Asteroid, salah satunya Asteroid Trojan Jupiter yang mengorbit Matahari di jalur yang sama dengan raksasa gas.
Trojan dianggap sisa dari benda-benda yang akhirnya membentuk planet kita, dan mempelajarinya mungkin menawarkan petunjuk tentang bagaimana tata surya terbentuk.
Pesawat luar angkasa dengan nama lucy dipersiapkan sekitar tiga setengah tahun. Selama 12 tahun ke depan, misi Lucy NASA akan mengunjungi delapan asteroid, termaksuk tujuh trojan. untuk membantu menjawab pertanyaan besar tentang pembentukan planet dan asal usul tata surya kita.
Secara langsung dan tidak langsung, Matahari mempengaruhi banyak aspek keberadaan di dalam alam semesta ini.
Matahari membentuk 99,8% dari massa tata surya dan sebagai hasilnya memberikan gaya gravitasi yang kuat. Dalam kasus asteroid Trojan yang akan dikunjungi Lucy, lokasi mereka di luar angkasa sebagian ditentukan oleh gravitasi Matahari. Mereka berkerumun di dua titik Lagrange.
Sinar matahari juga bisa menggerakkan asteroid. Seperti Bumi dan banyak objek lain di luar angkasa.
Baca juga: Jelang Lahiran Nagita Slavina, Raffi Ahmad Bikin Sayembara Rp50 Juta
Pada saat tertentu, sisi asteroid yang menghadap Matahari menyerap sinar matahari sementara sisi gelapnya melepaskan energi sebagai panas. Ketika panas keluar, dia menciptakan daya dorong yang sangat kecil, mendorong asteroid sedikit keluar dari jalurnya.
Selama jutaan tahun, gaya ini, yang disebut efek Yarkovsky, dapat secara nyata mengubah lintasan asteroid yang lebih kecil (berdiameter kurang dari 25 mil, atau sekitar 40 kilometer).
Demikian pula, sinar matahari juga dapat mengubah kecepatan rotasi asteroid kecil. Efek ini, yang dikenal sebagai YORP (dinamakan untuk empat ilmuwan yang karyanya berkontribusi pada penemuan), mempengaruhi asteroid dengan cara yang berbeda tergantung pada ukuran, bentuk, dan karakteristik lainnya. Terkadang, YORP menyebabkan benda kecil berputar lebih cepat hingga pecah. Di lain waktu, ini dapat menyebabkan tingkat rotasi mereka melambat.
Matahari juga dapat membentuk sebuah permukaan. seperti bebatuan di Bumi yang menunjukkan tanda-tanda pelapukan, begitu juga bebatuan di luar angkasa, termasuk asteroid. Ketika batu memanas di siang hari, mereka mengembang. Saat mereka mendingin, mereka berkontraksi. Seiring waktu, fluktuasi ini menyebabkan retakan terbentuk. Proses ini disebut rekah termal.
Fenomena ini lebih intens pada objek tanpa atmosfer, seperti asteroid, di mana suhu sangat bervariasi. Oleh karena itu, meskipun Trojan berada lebih jauh dari Matahari daripada bebatuan di Bumi, mereka kemungkinan akan menunjukkan lebih banyak tanda rekahan termal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Guyon Waton akan tampil gratis di konser Sukoharjo Spektakuler 18 Juli 2026. Diprediksi ribuan penonton hadir.
KPK membuka peluang memeriksa suami Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam kasus dugaan pemerasan di Pemkab Sukoharjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 12 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan mulai pukul 05.00 WIB.
KH Zulfa Mustofa siap maju sebagai calon Ketua Umum PBNU jika mendapat amanah dari PWNU dan PCNU menjelang Muktamar NU ke-35.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 12 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Simak jam keberangkatan dan tarif tetap Rp8.000.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan kusta bukan kutukan dan mengajak masyarakat menghapus stigma terhadap penyintas melalui deteksi dini.