Messi vs Mbappe: Berduel Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia
Messi samai rekor Klose di Piala Dunia, Mbappe mengancam. Siapa jadi top skor sepanjang masa?
Ilustrasi penderita kanker prostat/JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, SOLO - Kanker prostat adalah penyakit yang kerap menghampiri pria setelah menginjak usia 65 tahun. Pria berusia di bawah 40 tahun sangat jarang mengidap kanker prostat.
Kanker tersebut pun berada di posisi atas deretan penyakit kanker yang paling mematikan di Indonesia.
Menurut Indonesia Cancer Care Indonesia (ICCC), sebagian pasien yang mengidap kanker prostat tak merasakan gejala apapun. Bagi sebagian pasien, gejala awal penyakit ini adalah nyeri pada punggung dan panggul.
Berikut empat mitos seputar kanker prostat yang dianggap berbahaya, tetapi ternyata faktanya adalah salah.
Hingga kini belum ditemukan penelitian lebih lanjut yang mengaitkan menahan kencing dengan membesarkan prostat.
Menahan kencing tak menyebabkan adanya perubahan pada prostat. Karena secara umum, pembesaran diduga terjadi akibat pengaruh keseimbangan hormon androgen dan estrogen saat pria sudah mulai menginjak masa tua.
Hormon tersebut yang menganggu keseimbangan sel prostat, sehingga terjadi pembesaran dan pembengkakan.
Sebagian pria merasa cemas setelah didiagnosis kanker prostat karena adanya mitos yang berkaitan dengan kehidupan seksual mereka.
Mengidap kanker prostat disebut juga menurunkan libido dan gairah di ranjang. Pascaoperasi, ereksi yang kuat memanglah sedikit lebih susah dari biasanya.
Untuk itu perlu adanya pemulihan yang memakan waktu 24 bulan, tergantung kondisi pasien. Selain itu, mitos mengenai pengobatan kanker prostat yang menyebabkan terjadinya impotensi adalah tidak benar.
Setelah operasi, pria mungkin akan sedikit sering mengompol tapi ini hanya bersifat sementara dan bisa diobati.
Genetik merupakan salah satu faktor risiko kanker terjadi pada seorang individu.
Jika ayah menderita kanker prostat, maka sang anak atau berisiko mengalami kanker prostat 2 kali lebih tinggi.
Potensi dan risiko kanker prostat tergantung dari gaya hidup sehari-hari.
Pertumbuhan sel-sel kanker yang menyerang prostat terjadi cukup lambat dan bahkan tidak menimbulkan gejala.
Hal tersebut menyebabkan banyak pria tidak sadar telah memiliki kanker prostat dan baru mencari pengobatan saat kondisinya sudah parah.
Meski begitu, ada juga kasus kanker prostat yang terjadi sangat cepat dan agresif.
Sama halnya dengan jenis kanker lainnya, kanker prostat juga bisa mematikan jika dibiarkan tanpa penanganan.
Oleh sebab itu penderita sebaiknya terus melakukan konsultasi terhadap dokter setelah didiagnosa penyakit kanker prostat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Lionel Messi kembali ke Inter Miami usai sang ayah wafat, namun The Herons kalah dramatis 2-3 dari Leon di Leagues Cup 2026 dan tersingkir.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te