Upanat, Sandal Khusus untuk Pengunjung Candi Borobudur
Kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Candi Borobudur mendapat sorotan dari warganet Indonesia.
Ilustrasi penderita kanker prostat/JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, SOLO - Kanker prostat adalah penyakit yang kerap menghampiri pria setelah menginjak usia 65 tahun. Pria berusia di bawah 40 tahun sangat jarang mengidap kanker prostat.
Kanker tersebut pun berada di posisi atas deretan penyakit kanker yang paling mematikan di Indonesia.
Menurut Indonesia Cancer Care Indonesia (ICCC), sebagian pasien yang mengidap kanker prostat tak merasakan gejala apapun. Bagi sebagian pasien, gejala awal penyakit ini adalah nyeri pada punggung dan panggul.
Berikut empat mitos seputar kanker prostat yang dianggap berbahaya, tetapi ternyata faktanya adalah salah.
Hingga kini belum ditemukan penelitian lebih lanjut yang mengaitkan menahan kencing dengan membesarkan prostat.
Menahan kencing tak menyebabkan adanya perubahan pada prostat. Karena secara umum, pembesaran diduga terjadi akibat pengaruh keseimbangan hormon androgen dan estrogen saat pria sudah mulai menginjak masa tua.
Hormon tersebut yang menganggu keseimbangan sel prostat, sehingga terjadi pembesaran dan pembengkakan.
Sebagian pria merasa cemas setelah didiagnosis kanker prostat karena adanya mitos yang berkaitan dengan kehidupan seksual mereka.
Mengidap kanker prostat disebut juga menurunkan libido dan gairah di ranjang. Pascaoperasi, ereksi yang kuat memanglah sedikit lebih susah dari biasanya.
Untuk itu perlu adanya pemulihan yang memakan waktu 24 bulan, tergantung kondisi pasien. Selain itu, mitos mengenai pengobatan kanker prostat yang menyebabkan terjadinya impotensi adalah tidak benar.
Setelah operasi, pria mungkin akan sedikit sering mengompol tapi ini hanya bersifat sementara dan bisa diobati.
Genetik merupakan salah satu faktor risiko kanker terjadi pada seorang individu.
Jika ayah menderita kanker prostat, maka sang anak atau berisiko mengalami kanker prostat 2 kali lebih tinggi.
Potensi dan risiko kanker prostat tergantung dari gaya hidup sehari-hari.
Pertumbuhan sel-sel kanker yang menyerang prostat terjadi cukup lambat dan bahkan tidak menimbulkan gejala.
Hal tersebut menyebabkan banyak pria tidak sadar telah memiliki kanker prostat dan baru mencari pengobatan saat kondisinya sudah parah.
Meski begitu, ada juga kasus kanker prostat yang terjadi sangat cepat dan agresif.
Sama halnya dengan jenis kanker lainnya, kanker prostat juga bisa mematikan jika dibiarkan tanpa penanganan.
Oleh sebab itu penderita sebaiknya terus melakukan konsultasi terhadap dokter setelah didiagnosa penyakit kanker prostat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Candi Borobudur mendapat sorotan dari warganet Indonesia.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Solusi Bangun Indonesia Cilacap raih GMP Award 2026. Catat nol kecelakaan tambang dan reklamasi 110 hektare lahan.
PSBS Biak vs Arema FC berakhir 2-4 di babak pertama. Trio Brasil tampil ganas, ini jalannya laga dan susunan pemain.
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.
Trump klaim kesepakatan dagang besar dengan Xi Jinping. China disebut beli 200 pesawat Boeing dan bahas Selat Hormuz.