Pemain PSIM Asal Argentina Pulga Vidal Rayakan Natal di Jogja
Pulga Vidal merayakan Natal 2025 di Yogyakarta bersama keluarga. Pemain PSIM itu tetap menjaga profesionalisme meski libur Natal.
Kulit memar/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Anda pasti pernah mengalami kulit memar kebiruan akibat terantuk tembok atau benda keras.
Tetapi, ada orang yang sering mengalami memar tanpa sebab, atau mudah memar walau hanya tersenggol benda keras.
Memar biasanya merupakan hasil dari cedera jaringan, yang menyebabkan perubahan warna kulit. Ini terbentuk ketika ada pendarahan di bawah kulit setelah cedera dan menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Warna memar dapat berkisar dari hitam dan biru hingga kecoklatan atau ungu dan seseorang mungkin mengalami rasa sakit ringan ketika area yang terluka ditekan.
Penyab orang mengalami memar berbeda. Ada juga yang muncul dengan sendirinya. Orang yang lebih tua lebih rentan mengalami memar. Namun, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah kemungkinan penyebab di balik mengapa seseorang memar. Bisa jadi karena kondisi kesehatan atau beberapa obat. Berikut kemungkinan penyebab orang mudah mengalami memar di kulitnya dilansir dari Times of India :
Salah satu penyebab umum memar adalah gangguan pendarahan. Ini adalah sekelompok kondisi yang terjadi ketika darah seseorang tidak membeku sama sekali atau melakukannya dengan sangat lambat. Gangguan pendarahan seperti hemofilia atau penyakit von Willebrand adalah beberapa penyebab paling umum dari memar. Penyakit tersebut memiliki protein yang rusak atau tidak ada yang penting untuk pembekuan darah.
Tidak semua, tetapi kanker tertentu yang terkait dengan darah atau sumsum tulang, yang dikenal sebagai Leukemia, dapat menyebabkan memar. Mereka yang menderita leukemia cenderung memar karena tubuh mereka tidak menghasilkan cukup trombosit untuk menghentikan pendarahan pembuluh darah. Memar akibat leukemia tidak berbeda dengan memar yang disebabkan oleh alasan lain. Tetapi mereka mungkin muncul di area tubuh yang tidak biasa.
Asupan alkohol berlebih dapat menyebabkan masalah hati seperti sirosis. Ketika penyakit hati berkembang dan menjadi lebih kompleks, itu membatasi produksi protein dari hati yang sangat penting untuk pembekuan darah. Hal ini dapat menyebabkan pendarahan yang berlebihan, menyebabkan sering dan mudah memar.
Kekurangan vitamin C dapat menyebabkan kondisi kesehatan seperti penyakit kudis. Hal ini selanjutnya menyebabkan gusi berdarah yang menyakitkan, luka yang tidak dapat dijelaskan, dan mudah memar. Selain itu, Vitamin K, yang merupakan nutrisi penting yang membantu membentuk bekuan darah dan menghentikan pendarahan, sangat penting untuk mencegah terjadinya memar. Kekurangan Vitamin K dapat menyebabkan peningkatan tiba-tiba tanda memar pada tubuh.
Pengencer darah seperti aspirin dapat mencegah pembekuan darah, membuat seseorang berdarah lebih banyak dan menyebabkan memar. Sampai dan kecuali sangat diperlukan dan diresepkan oleh dokter, hindari minum obat pengencer darah. Mereka dapat melemahkan dan mengubah arah pembuluh darah, menyebabkan peradangan dan meningkatkan risiko pendarahan dan memar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pulga Vidal merayakan Natal 2025 di Yogyakarta bersama keluarga. Pemain PSIM itu tetap menjaga profesionalisme meski libur Natal.
Istana menjelaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari anggaran Banpres dan disalurkan kepada masyarakat saat Iduladha 1447 H.
Pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup 27-28 Mei 2026. TNGGP siagakan petugas untuk cegah pendaki ilegal.
Warga Kulon Progo gunakan anyaman daun kelapa sebagai wadah daging kurban untuk kurangi sampah plastik saat Iduladha 1448 H.
AS mengerahkan jet tempur F-22 dan puluhan pesawat pengisi bahan bakar di Israel hingga akhir tahun 2026.
Toyota bidik 300 SPK di IIMS Surabaya 2026 lewat peluncuran mobil hybrid baru dan berbagai program insentif pembelian kendaraan EV.