OPINI: Apoteker Masa Depan Tidak Cukup Hanya Pintar tentang Obat
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Ilustrasi shower/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Mandi adalah kegiatan membersihkan diri yang selalu kita lakukan setiap hari. Tidak hanya penting untuk kebersihan diri, mandi merupakan salah satu cara untuk membuat tubuh menjadi lebih segar dan bersemangat.
Mandi juga diketahui dapat memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh seperti mengurangi rasa sakit, meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan risiko stres dan depresi hingga meningkatkan kekebalan tubuh seseorang.
Kita seringkali mendengar mitos-mitos seputar mandi. Misalnya, saat masih berkeringat kita belum boleh mandi karena dapat menyebabkan panu, dan masih banyak mitos lainnya. Entah itu benar atau tidak, terkadang kita yang mendengarnya menjadi percaya dengan mitos tersebut.
Lantas mitos-mitos apa saja yang sering beredar dan seperti apa fakta sebenarnya? Melalui akun Instagramnya @dokterkulitkucom, Rabu (6/10/2021), dr Arthur S., spesialis kulit dan kelamin, membagikan fakta-fakta dari mitos seputar mandi yang seringkali beredar di tengah masyarakat.
dr Arthur menjelaskan bahwa suhu air tidak ada hubungannya dengan tingkat kebersihan mandi Anda.
“Tidak masalah suhu airnya bagaimana, yang penting cara Anda menggunakan sabun dan menggosokannya pada tubuh,” kata dr Arthur.
Malah menurutnya, menggunakan air panas dapat membuat kulit menjadi kering, dan kulit yang kering lebih mudah teriritasi atau gatal.
“Air panas memang lebih baik dalam menghilangkan minyak atau lemak dan kuman pada benda mati, tapi jika Anda ingin mendapatkan efek yang sama untuk kulit Anda, kulit Anda bisa melepuh,” jelasnya.
Panu disebabkan oleh jamur, dan jamur dipicu oleh kondisi kulit yang lembab. Mandi justru menghilangkan keringat dan minyak yang ada di tubuh ketika Anda berkeringat.
“Kunci dari menghindari panu adalah tidak membiarkan tubuh Anda terlalu lama lembab dengan keringat. Jadi, bila Anda belum bisa mandi, setidaknya keringkan tubuh Anda dan ganti pakaian Anda” saran dr Arthur.
Suhu dingin mengakibatkan kapsul pada sendi menjadi mengkerut dan menyebabkan rasa ngilu pada penderita rematik.
Dr Arthur menjelaskan, suhu dingin tidak selalu karena mandi, namun bisa karena suhu ruangan yang dingin.
“Jadi, mandi malam bukan penyebab rematik. Bila Anda penderita rematik dan ingin mandi di malam hari, sebaiknya pakailah air hangat,” katanya.
Yang dikenal sebagai daki sebenarnya adalah sel kulit mati yang secara normal terlepas dari kulit sedikit demi sedikit. Ketika kulit Anda lembab dan basah, sel kulit mati ini menjadi lunak dan mudah copot. Jadi, jangan heran apabila sehabis mandi tubuh Anda masih tetap mengeluarkan daki.
Pityriasis alba adalah penampakan bercak putih mirip panu yang sering tampak di pipi. Ini diduga terjadi karena area pityriasis alba ‘malas’ memproduksi pigmen ketika terkena paparan sinar matahari sedangkan kulit di sekitarnya tetap memproduksi pigmen dan menggelap, sehingga kulit Anda menjadi belang.
“Jadi, hubungannya adalah dengan matahari, bukan karena mencuci muka sehabis terkena sinar matahari” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
WJNC 2026 digelar hari ini di Malioboro dan Titik Nol. Simak rekayasa lalu lintas serta lokasi parkir resmi selama acara.
Inggris menang 3-0 atas Republik Ceko di Grup A3 UEFA Nations League. Harry Kane mencetak dua gol dan Inggris naik ke posisi kedua.
HCC mendorong masyarakat memanfaatkan CKG di tengah penyesuaian anggaran. Studi HCC menemukan hampir 60 persen anak muda memilih swadiagnosis.
KPK memanggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengurusan HGB PT Summarecon Agung di Kabupaten Bogor.
Pemkab dan DPRD Bantul memperkuat edukasi perda bagi siswa SMP untuk mencegah minuman beralkohol, narkoba, dan persoalan sosial sejak dini.