Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Memakan ayam yang gosong bisa berdampak buruk bagi kesehatan/Foto: Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA – Konsumsi makanan gosong dapat memicu munculnya sel kanker.
Memanggang dengan arang memiliki korelasi dengan meningkatkan risiko kanker. Bukan berarti tidak boleh memanggang makanan, tapi ada hal yang harus diperhatikan agar memanggang menghasilkan makanan yang aman, enak, dan sehat untuk dikonsumsi.
Apa Itu Karsinogen?
Karsinogen adalah suatu zat yang dapat menyebabkan kanker. Secara umum, arang bukan zat karsinogen, namun memasak dengan arang dapat memunculkan sifat karsinogenik.
Ada dua alasan mengapa zat tersebut muncul. Pertama, memasak dengan arang menggunakan temperatur tinggi. Kedua, arang menimbulkan banyak asap.
Arang bukanlah satu-satunya cara memasak dengan temperatur tinggi. Tidak semua produk makanan merespon hal yang sama saat dimasak dengan cara dipanggang menggunakan arang. Beberapa cara memanggang dengan arang juga ada yang aman sehingga risiko terbentuknya zat karsinogen akan berkurang.
Jadi Memanggang itu Menyebabkan Kanker?
Memanggang dengan temperatur tinggi memang menaikkan risiko kanker. Ketika Anda memanggang daging di atas arang dengan temperatur tinggi, proses tersebut akan menciptakan heterocyclic amines (HCAs) atau dikenal dengan karsinogen.
Zat tersebut terbentuk ketika suhu tinggi menyebabkan asam amino bereaksi dengan kreatina (asam pada otot) dalam daging.
Reaksi ini menimbulkan gosong pada makanan dan panggangan. Tanda gosong ini hanya terbentuk pada daging yang mengandung kreatina. Jenis daging yang mengandung kreatina yaitu daging sapi, babi, kambing, domba, ayam, ikan, dan kalkun. HCAs juga terbentuk saat memasak dengan temperatur tinggi menggunakan penggorengan.

Selain HCAs, memanggang juga membentuk polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs). Ketika barbeku, lemak pada daging akan jatuh ke arang atau permukaan yang panas dan menimbulkan asap. Zat PAHs inilah yang akan menempel pada daging saat dipanggang.
PAHs juga terbentuk saat daging dimasak dengan metode diasapi. Baik HCAs dan PAHs dianggap karsinogenik dan dapat mengubah DNA manusia.
Memanggang dengan gas akan lebih baik dari pada arang. Penggunaan gas meminimalkan asap dan tidak sepanas arang.
Untuk tetap dapat barbeku di akhir pekan, hendaknya cermat sebelum memanggang dan buang bagian yang gosong sebelum dimakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Nissan Leaf Nismo resmi meluncur di Jepang dengan fokus pada handling dan desain sporty, bukan peningkatan tenaga. Cek spesifikasi lengkapnya!
Kimi Antonelli finis podium ketiga pada F1 GP Hungaria 2026 meski start dari posisi ketujuh. Hasil ini memperlebar keunggulannya di puncak klasemen Formula 1.
Maroko menamai jalan raya sepanjang 1.055 kilometer dengan nama Donald Trump. Langkah ini dinilai menjadi simbol kuat hubungan diplomatik AS dan Maroko terkait
Peretas curi 30 TB data militer dari IMCO, pemasok tank Merkava Israel. Dokumen sensitif dan cetak biru senjata diduga bocor dalam serangan siber ini.
Setir mobil terasa berat? Kenali 8 penyebab utama, mulai dari pompa power steering hingga tekanan ban, serta 5 cara mengatasinya untuk keselamatan Anda.