Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Desa
Prabowo meresmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di desa dan menargetkan 30.000 koperasi beroperasi pada Agustus 2026.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA-- Saat ini, sejumlah publik figur memilih untuk tidak memamerkan foto anaknya di media sosial. Kalaupun mereka mengunggah foto yang ada anaknya, mereka menampilkan anaknya dari belakang atau akan menutupi wajah sang anak dengan stiker.
Beberapa selebriti dikenal tegas tak pernah mau menunjukkan wajah anak mereka. Model Gigi Hadid termasuk salah satunya. Beberapa waktu lalu, ia pernah menulis di media sosialnya, di mana ia meminta paparazzi, pers, dan penggemarnya untuk memburamkan wajah bayi perempuannya dalam foto.
Dalam surat terbuka itu, Gigi juga menyampaikan alasannya. Ia berharap, putrinya dapat memilih bagaimana berbagi dirinya dengan dunia ketika dewasa. Ia ingin Khai, sang putri, dapat hidup senormal mungkin di masa anak-anak, tanpa mengkhawatirkan citra publik yang belum dia pilih.
Alasan para orangtua yang memilih untuk tidak menunjukkan wajah sang anak di media sosial mungkin saja sama seperti yang diungkap Gigi. Namun, ada alasan lain mengapa semakin banyak orangtua enggan memamerkan foto anaknya. Dilansir dari Bright Side, ini dia alasan mereka.
1. Ingin anak-anak membuat keputusan sendiri tentang diri mereka
Selain Gigi Hadid, ada pula Kristen Bell yang kerap menggunakan emoji untuk menutupi wajah anak-anaknya di foto yang dia bagikan di media sosial. Dan ia melakukannya untuk alasan yang sama seperti Gigi, yaitu ingin anak-anaknya membuat pilihan mereka sendiri.
“Saya memilih karier di depan publik. Saya memilih untuk dilihat, saya memilih untuk difoto. Tapi saya tidak tahu dengan anak-anak. Saya tidak tahu apakah mereka akan menginginkan itu. Jadi saya benar-benar tidak punya hak untuk memilihkan hal itu kepada mereka,” kata Kristen.
2. Menjaga privasi anak.
Para pakar parenting dan pendukung hak-hak anak telah mendesak orangtua untuk berpikir dua kali sebelum membagikan informasi tentang anak-anak mereka, termasuk foto-foto mereka. Alasannya, karena ada konflik antara hak privasi anak-anak dan hak orangtua untuk memposting.
Para ahli percaya bahwa penting untuk bertanya kepada anak apakah mereka ingin foto mereka dibagikan kepada dunia atau tidak. Dengan begini, anak akan merasa diberi otoritas akan dirinya sendiri, serta merasa dihormati dan didukung oleh orangtuanya. Ini akan membantu mereka mengembangkan identitas pribadi dan publik mereka kelak.
3. Menjaga keselamatan anak.
Alasan lain mengapa banyak orangtua tak mau berbagi foto anaknya adalah karena khawatir dengan masalah keselamatan anak. Berbagi terlalu banyak juga bisa berbahaya. Anda tidak pernah tahu siapa yang akan melihat foto anak-anak Anda, atau bagaimana mereka akan menggunakannya.
Ada banyak orang di internet yang berpotensi membahayakan anak Anda. Foto-foto yang Anda bagikan dengan niat baik untuk menunjukkan kepada dunia betapa lucu, cantik, pintar, atau berbakatnya anak Anda, dapat digunakan dan dibagikan oleh orang lain dengan cara yang bahkan tidak pernah Anda pikirkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Prabowo meresmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di desa dan menargetkan 30.000 koperasi beroperasi pada Agustus 2026.
OJK menargetkan satu Bank Umum Syariah baru hasil spin-off terbentuk pada 2026 untuk memperkuat industri perbankan syariah nasional.
Prabowo akan memberi Bintang Mahaputera kepada Kapolri Listyo Sigit dan Panglima TNI Agus Subiyanto atas kinerja dan kepemimpinan.
Dinas Kebudayaan Bantul mengajak 400 pelajar dan komunitas mengikuti program belajar keliling museum sepanjang 2026.
Samsung Galaxy A07 4G jadi HP Android terlaris dunia kuartal I/2026 versi Counterpoint, ungguli banyak pesaing di pasar global.
Ratusan warga Muhammadiyah dan masyarakat gotong royong membongkar atap MTsM 4 Sambungmacan Sragen yang ambruk.