Staf RS di Boyolali Gelapkan Rp628 Juta, Habis untuk Judol dan Pinjol
Eks staf RS di Boyolali gelapkan Rp628 juta, dipakai judol dan pinjol. Polisi ungkap modus manipulasi laporan keuangan.
Pilek/nrp.org
Harianjogja.com, JAKARTA – Penelitian di Inggris menerbitkan data tentang gejala terbaru Covid-19.
Penelitian itu didapat dalam studi Zoe Covid Symptom, dimana orang yang terinfeksi melaporkan gejalanya melalui aplikasi. Menurut temuan, gejala Covid-19 ternyata telah berubah. Ini mungkin karena varian delta, yang sekarang menyumbang 99 persen infeksi di Inggris per 12 Juli 2021.
Melansir DW, Senin (26/7/2021), secara umum, gejala Covid-19 berbeda antara orang yang sudah divaksinasi dan tidak divaksinasi.
Situs web tersebut menyatakan mereka yang telah divaksinasi melaporkan gejala yang lebih sedikit dalam periode waktu yang lebih singkat. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang telah divaksinasi cenderung tidak mengalami sakit parah dan pulih lebih cepat.
Gejala Covid untuk orang yang sudah disuntik vaksin yakni sakit kepala, pilek, bersin, sakit tenggorokan dan kehilangan indera penciuman. Paling banyak dilaporkan adalah pilek.
Baca juga: Selama PPKM Level 4, Satpol PP DIY Temukan 149 Tempat Usaha Melanggar Aturan
Sementara itu, pada orang yang tidak divaksinasi, gejalanya sedikit berbeda. Ada beberapa gejala yang tetap sama, ketika virus pertama kali muncul sekitar 1,5 tahun yang lalu.
Gejala diurutkan dari yang paling umum adalah sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, demam, dan batuk terus- menerus. Kehilangan penciuman turun ke urutan kesembilan dalam daftar, dan sesak napas turun lebih jauh di tempat ke-30. Fluktuasi ini mungkin menunjukkan bahwa gejala yang diketahui sebelumnya berubah seiring dengan berkembangnya varian virus.
Ahli virologi Jerman Christian Drosten membahas hasil penelitian dengan Tim Spector, ahli epidemiologi dan pemimpin penelitian ZOE. Dia percaya bahwa ada poin penting yang terlewatkan dalam pembahasan gejala yang diungkapkan di media.
"Gambaran gejala secara umum telah berubah. Orang yang lebih tua semakin banyak divaksinasi, dan sekarang dalam penelitian, ada peningkatan pada orang yang lebih muda yang terinfeksi." ujarnya.
Pada orang yang lebih muda, gejalanya lebih mirip dengan infeksi umum seperti flu, dengan sakit kepala, sakit tenggorokan, dan sedikit demam. Sementara gejala batuk terus-menerus yang khas pada pasien yang lebih tua terlihat lebih sedikit, kata Drosten.
Studi Gutenberg Covid-19 baru-baru ini oleh University of Mainz menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen dari semua yang terinfeksi SARS-CoV-2 tidak menyadari mengalami infeksi akut.
Karena itu, penulis studi Philipp Wild mengatakan pengujian tidak boleh diabaikan karena status vaksinasi atau gejala yang ringan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Eks staf RS di Boyolali gelapkan Rp628 juta, dipakai judol dan pinjol. Polisi ungkap modus manipulasi laporan keuangan.
Operasi Patuh 2026 digelar 8-21 Juni dengan fokus ETLE. Pelanggaran pelat nomor dan lalu lintas jadi sasaran utama.
Garebeg Besar Jogja 2026 digelar sederhana di Keraton. Sebanyak 4.000 ubarampe dibagikan kepada abdi dalem.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini turun di semua ukuran. Simak daftar harga terbaru 28 Mei 2026.
Kebakaran gereja di Mimika Papua Tengah diduga akibat lilin tak dipadamkan. Bangunan ludes, kerugian capai ratusan juta.
Belanda umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Van Dijk jadi kapten, Depay pulih, Xavi Simons absen.