TikTok Buka Suara soal PHK Tokopedia, Sebut Demi Efisiensi
TikTok menjelaskan PHK Tokopedia dilakukan demi efisiensi jangka panjang setelah integrasi bisnis dan restrukturisasi organisasi.
Logo WhatsApp / whatsapp.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebagai salah satu aplikasi perpesanan yang banyak digunakan masyarakat, WhatsApp tidak hanya dapat digunakan di ponsel tetapi juga di komputer desktop, laptop Macbook, dan laptop Windows.
Tidak banyak yang mengetahui bahwa WhatsApp mememiliki tombol pintasan (shortcut) yang membuat para penggunanya lebih mudah saat menggunakan WhatsApp di beberapa perangkat tersebut.
Untuk mengaktifkan tombol pintasan ini, pengguna cukup menekan beberapa tombol secara bersamaan. Tombol pintasan tersebut membantu pengguna dalam memberikan beberapa perintah seperti mencari chat, buka chat baru, pengaturan dan lain sebagainya.
WhatsApp membedakan tombol pintasan bagi Windows dengan Mac. Perbedaan terjadi karena keduanya memiliki tombol keybaord yang berbeda.
Dilansir dari akun twitter WhatsApp, berikut tombol pintasan untuk desktop/lapotp Mac dan Windows, yang akan memudahkan kamu dalam mengoperasikan WhatsApp:
Tombol pintasan WhatsApp untuk komputer/desktop Mac:
Tombol pintasan WhatsApp untuk komputer/desktop Windows:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
TikTok menjelaskan PHK Tokopedia dilakukan demi efisiensi jangka panjang setelah integrasi bisnis dan restrukturisasi organisasi.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Cuaca DIY Minggu 19 Juli 2026 diprakirakan cerah berawan. Simak suhu udara dan kelembapan di Kota Jogja hingga Gunungkidul.
Sebanyak 73 sekolah di Sleman mengajukan edukasi mitigasi bencana kepada BPBD selama MPLS 2026. Materi disesuaikan dengan potensi bencana wilayah
Pemkab Bantul masih mematangkan persiapan pembangunan PSEL, mulai dari penyiapan lahan hingga penyusunan MoU dan PKS bersama Danantara.
KPK mengusulkan kampanye akbar ditinjau ulang dan mendorong kampanye digital untuk menekan biaya politik serta mencegah korupsi.