TikTok Buka Suara soal PHK Tokopedia, Sebut Demi Efisiensi
TikTok menjelaskan PHK Tokopedia dilakukan demi efisiensi jangka panjang setelah integrasi bisnis dan restrukturisasi organisasi.
Logo WhatsApp / whatsapp.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebagai salah satu aplikasi perpesanan yang banyak digunakan masyarakat, WhatsApp tidak hanya dapat digunakan di ponsel tetapi juga di komputer desktop, laptop Macbook, dan laptop Windows.
Tidak banyak yang mengetahui bahwa WhatsApp mememiliki tombol pintasan (shortcut) yang membuat para penggunanya lebih mudah saat menggunakan WhatsApp di beberapa perangkat tersebut.
Untuk mengaktifkan tombol pintasan ini, pengguna cukup menekan beberapa tombol secara bersamaan. Tombol pintasan tersebut membantu pengguna dalam memberikan beberapa perintah seperti mencari chat, buka chat baru, pengaturan dan lain sebagainya.
WhatsApp membedakan tombol pintasan bagi Windows dengan Mac. Perbedaan terjadi karena keduanya memiliki tombol keybaord yang berbeda.
Dilansir dari akun twitter WhatsApp, berikut tombol pintasan untuk desktop/lapotp Mac dan Windows, yang akan memudahkan kamu dalam mengoperasikan WhatsApp:
Tombol pintasan WhatsApp untuk komputer/desktop Mac:
Tombol pintasan WhatsApp untuk komputer/desktop Windows:
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
TikTok menjelaskan PHK Tokopedia dilakukan demi efisiensi jangka panjang setelah integrasi bisnis dan restrukturisasi organisasi.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
WNI tertentu kini bisa menggunakan eTA untuk ke Kanada tanpa visitor visa. Simak syarat, biaya, masa berlaku, dan cara mengajukan eTA.
Volkswagen recall 208.724 SUV di AS karena baut rak kemudi bisa korosi dan patah. Cek Tiguan, Atlas, dan Audi Q3 yang terdampak.
Erin Wartia resmi mengganti username Instagram menjadi @erintrygina setelah proses dengan Meta. Nama Taulany kini tak lagi digunakan.
Kaspersky menemukan ransomware Payload yang menyalahgunakan Group Policy Active Directory untuk menguasai komputer perusahaan tanpa mengenkripsi file.