AS Monaco dan Paul Pogba Sepakat Akhiri Kontrak Lebih Cepat
Paul Pogba resmi berpisah dengan AS Monaco setelah kontraknya diputus melalui kesepakatan bersama. Pogba hanya tampil enam kali.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Virus Covid-19 tidak hanya menyerang orang dewasa tetapi juga anak-anak. Kementerian Kesehatan menduga peningkatan kasus konfirmasi positif Covid-19 yang banyak menyerang anak-anak beberapa pekan ini diakibatkan oleh perilaku orang tuanya.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan belakangan banyak orang tua yang membawa anak jalan-jalan keluar rumah yang terkadang abai protokol kesehatan.
"Sebenarnya, sumber penularan COVID-19 meningkat pada anak karena perilaku orang tua yang tidak taat protokol kesehatan. Kami lihat anak-anak sekarang sudah dibawa ke mal, mudik, dan berwisata, sehingga risiko keterpaparan jadi besar," kata Nadia saat dihubungi, Rabu (23/6/2021).
Baca juga: Meski Ada PPKM, Menparekraf Sebut Pariwisata Bisa Bangkit Jika Protokol Kesehatan Dipatuhi
Nadia meminta orang tua untuk menjaga anak tetap belajar dan beraktivitas di rumah sebab penularan Covid-19 sedang tinggi.
Orang tua juga harus taat protokol kesehatan saat tiba di rumah sepulang kerja dengan mencopot semua pakaian, mandi, masukkan pakaian ke cairan desinfektan atau detergen, barulah menyentuh anak.
"Tetap protokol kesehatan dan tidak membawa anak-anak ke tempat umum," tegasnya.
Kasus Covid Anak RI Tertinggi di Dunia
Sebelumnya, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan mengungkapkan bahwa kasus positif Covid-19 pada anak-anak di Indonesia sudah mencapai 12,5 persen, angka kematian anak akibat corona pun tertinggi di dunia.
Baca juga: Tak Ada Sukarelawan, Warga Pakai Jas Hujan Makamkan Pasien Covid-19 di Gunungkidul
Aman menggambarkan 1 dari 8 kasus konfirmasi positif di Indonesia adalah anak berusia 0-18 tahun, hal ini sangat berbahaya.
"Kedua, data IDAI menunjukkan case fatality rate-nya itu 3-5 persen. Jadi kita ini kematian yang paling banyak di dunia, jadi bisa dibayangkan kan, 1 dari 8 itu anak dan meninggal 3-5 persen," kata Aman dalam jumpa pers virtual, Jumat (18/6/2021).
Hal itu diperparah dengan keterbatasan rumah sakit menyediakan ICU khusus anak yang membutuhkan pertolongan segera.
Oleh sebab itu, Aman meminta semua kegiatan yang melibatkan anak mulai dari sekolah hingga rekreasi ke luar rumah harus dihentikan sementara.
Orang tua atau pengasuh harus lebih sabar mendampingi anak saat beraktivitas secara online, daripada membahayakan anak keluar rumah.
"Kapan lagi kita jadi orang tua, menyayangi anak? Jadilah orang tua saat pandemi. Dampingi anak-anak kita. Hindari membawa anak ke luar rumah. Kecuali mendesak, anak itu harus di rumah," imbaunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Paul Pogba resmi berpisah dengan AS Monaco setelah kontraknya diputus melalui kesepakatan bersama. Pogba hanya tampil enam kali.
Petani asal Turi, Sleman, Gito Sahono Giman, ditemukan meninggal setelah lima hari hilang di Hutan Pathuk. Tim SAR mengevakuasi korban.
Sekda DIY menyoroti keluhan desil warga yang naik saat angka kemiskinan turun. Pemda DIY akan mengonfirmasi dasar penentuan desil kepada BPS.
Polda Metro Jaya membongkar sindikat meterai palsu lintas provinsi. Sebanyak 16 tersangka ditangkap dengan barang bukti 3,4 juta meterai.
Cara cek desil bansos dan Pertalite melalui Cek Bansos serta DTSEN, lengkap dengan arti desil 1-10 dan cara memperbaiki data.
Changan mencatat 1.120 SPK di GIIAS 2026. SUV listrik Nevo Q05 menjadi model terlaris dengan 876 pemesanan.