Mendes Yandri Laporkan 73 Akun Penyebar Hoaks ke Bareskrim
Mendes PDT Yandri Susanto melaporkan 73 akun ke Bareskrim Polri terkait video AI deepfake yang menarasikan warung desa akan ditutup.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Di masa pandemi Covid-19, banyak informasi beredar tentang virus tersebut. Meski demikian, tidak semua akurat. Ada hoaks terkait vaksinasi yang beredar. Ini menjadi bukti bahwa sebagian masyarakat Indonesia masih menelan informasi mentah-mentah.
Padahal hoaks dan mitos terkait vaksinasi atau hoaks kesehatan lainnya dapat merugikan masyarakat dan program pengentasan wabah Covid-19.
Dikatakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Suzy Maria, Sp.PD, orang Indonesia memang cenderung senang dengan berita sensasional termasuk hoaks.
"Jadi memang masyarakat Indonesia itu senang dengan berita sensasional, jadi kalau misalkan berita sensasional dan tertarik lalu disebarkan, orang akan berpikir ‘Oh ya bener juga ya?” ungkapnya dalam Dialog Produktif Hindari Hoaks Seputar Vaksinasi, Kamis (3/6/2021).
Baca juga: Temanmu Terinfeksi Corona? Lakukan 3 Hal Ini untuk Membantunya
Kata Suzy, informasi yang memiliki muatan sensasional termasuk hoaks, telah menjadi budaya di Indonesia. "Tampaknya itu masih menjadi budaya di masyarakat kita," katanya.
Untuk itu ia menekankan edukasi yang baik dan benar ke masyarakat.
Sebagai dokter, ia memahami perannya untuk memberikan informasi valid serta meluruskan informasi yang melenceng.
"Saya sebagai dokter yang memiliki pasien, saya mengedukasi dan meluruskan berita yang tidak benar. Juga terhadap orang-orang di sekitar kita, seperti keluarga kita dan teman-teman kita."
Baca juga: Ini Lo...Alasan Pria Tidak Suka Chatting
Kekinian, informasi keliru tentang vaksinasi tengah ramai jadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia. Terutama informasi soal keamanan vaksinasi.
"Jadi sekarang yang beredar mengenai keamanan vaksinasi, jadi banyak sekali beredar kabar itu di masyarakat. Ya itu kayak efek samping vaksinasi dan kematian yang menyebabkan masyarakat menjadi takut."
Kata Suzy, penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa efek samping pasca-vaksinasi adalah hal yang wajar.
"Sebenarnya efek samping itu hal yang wajar terjadi. Dan tidak usah khawatir, karena itu efek samping yang ringan," tutupnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Mendes PDT Yandri Susanto melaporkan 73 akun ke Bareskrim Polri terkait video AI deepfake yang menarasikan warung desa akan ditutup.
UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center merupakan pusat inovasi AI yang dibangun oleh Indosat Ooredoo Hutchison bersama NVIDIA dengan UGM sebagai mitra akademik
Sleman menjadi lokasi piloting Perlinsos Digital. Sebanyak 76.315 KK telah terdaftar untuk mendukung penyaluran bansos tepat sasaran.
Upaya melestarikan bahasa dan aksara Jawa terus dilakukan di tengah perkembangan teknologi digital.
BSSN mengingatkan AI membuat serangan siber ke sektor keuangan makin otomatis, personal, dan sulit dibedakan dari komunikasi asli.
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv