Mutasi Besar Kejagung Sentuh 90 Kajari se-Indonesia
Kejagung memutasi 90 Kajari di Indonesia, termasuk pergantian Kajari Jakarta Barat berdasarkan SK tertanggal 29 Juli 2026.
Wulan Guritno. /Ist-Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA- Artis Wulan Guritno saat ini fokus dengan gerakan peduli kanker. Kegiatan ini ternyata sudah berlangsung selama enam tahun.
Bersama Amanda Soekasah dan Janna Soekasah, mereka menunjukkan kepedulian terhadap para pasien kanker dengan membangun Yayasan Dunia Kasih Harapan bernama Hope Foundation.
Diawali dengan kampanye bertajuk "Bracelet of Hope", Wulan dan Soekasah bersaudara menjual gelang yang dinamakan Gelang Harapan yang hasilnya seratus persen diberikan kepada para pengidap penyakit kanker, juga untuk fasilitas-fasilitas bagi mereka.
Baca juga: Restoran Dixie Jogja Tutup Setelah 16 Tahun, Warganet Ramai-Ramai Ungkap Kenangan
"Kita selalu berbagi bertiga, jadi gerakan Gelang Harapan dimulai 2014 waktu itu kita melihat di luar negeri lagi marak gelang untuk awareness cancer. Kita terpikir mau buat apa nih, akhirnya kita membuat campaign I Am Hope dan kita mulai dari menjual 25 gelang dan sekarang udah ratusan ribu gelang terjual," ujar Amanda Soekasah di jumpa pers virtual, Jumat, (7/5/2021).
Saudara kembar Amanda, Janna Soekasah membenarkan hal tersebut. Gelang sendiri dipilih karena bisa dipakai semua gender dan usia.
"Kenapa gelang, karena kita ingin bisa semua gender dan semua umur dan terus menerus kita ingin terus mengkampanyekan ini," katanya.
Baca juga: Bebi Romeo Belajar Ngaji di Usia 46 Tahun, Begini Ungkapan Bahagia Meisya Siregar
Kembar bersaudara itu juga menjelaskan awal mula Gelang Harapan dibuat dari kain jumputan sisa jahitan. Namun, jumputan memiliki makna yang sesuai dengan visi mereka membentuk Gelang Harapan.
"Kain yang kita angkat waktu itu kain jumputan yang artinya pelangi dan pelangi adalah simbol harapan jadi pas ya," kata Janna.
Wulan Guritno pun merangkum cerita keduanya. Sebagai salah satu pendiri Hope Foundation, Wulan berharap dengan adanya gelang harapan, para penyintas kanker tak pernah menyerah untuk terus berjuang.
"Merangkum cerita, pada dasarnya yang mau kita lakukan adalah menyebarkan harapan, karena harapan kunci utama dalam hidup kita. Apapun itu, mau sakit, susah, kalau harapan nggak ada, kelar udah," kata pemain film Janji Joni ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Kejagung memutasi 90 Kajari di Indonesia, termasuk pergantian Kajari Jakarta Barat berdasarkan SK tertanggal 29 Juli 2026.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.