Bupati Pemalang Peras ASN dan Swasta demi Urus Perkara di KPK
KPK mengungkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro diduga mengumpulkan Rp1,98 miliar dari ASN dan pihak swasta untuk mengurus penyelesaian perkara di KPK.
Wirda Mansur (kiri) bersama Ustaz Yusuf Mansur dan saudaranya. /Instagram-@wirda_mansur
Harianjogja.com, JAKARTA - Putri Ustaz Yusuf Mansur, Wirda Mansur dikabarkan pernah gagal taaruf. Kini ia lebih santai soal urusan asmara. Dia belum mau buru-buru untuk memulai hubungan dengan lawan jenis.
"Aku nggak mau buru-buru untuk memulai sesuatu lagi," kata Wirda dalam tayangan Rumpi No Secret dikutip dari kanal YouTube TransTV Official, Kamis (22/4/2021).
Wirda juga tak membantah jadi lebih santai lantaran dia pernah gagal taaruf. Pengalaman tersebut rupanya masih sangat membekas bagi lulusan Oxford University ini.
Baca juga: Bersiap Cerai, Pihak Nathalie Holscher Tetap Buka Peluang Damai dengan Sule
"Bisa jadi hahaha," ujarnya mengiyakan malu-malu.
Belajar dari pengalaman, Wirda Mansur kini ikut arahan orangtua saja, terutama sang ayah. Sebab ternyata gagalnya taaruf dulu berkaitan dengan orangtua.
"Aku lebih ke gimana orangtua aja lah sekarang. Kemarin kan ada masalahnya karena orangtua juga. Jadi sekarang gimana orangtua aja. Sekarang kalau orangtua setuju ayo," kata Wirda Mansur.
Baca juga: Ramai Didatangi Polisi, Dinar Candy: Gini ya Rasanya Digerebek
Cerita Wirda Mansur gagal taaruf pertama kali dia bagikan saat berbincang dengan Oki Setiana Dewi dalam konten YouTube. Hanya saja, di situ dia juga tak menjelaskan secara detail.
Setelah gagal taaruf, Wirda kerap kali dijodohkan oleh sang ayah. Ustaz Yusuf Mansur pernah menyeletuk mau menjodohkan sang putri dengan Al Hasan, putra almarhum Syekh Ali Jaber.
Selain itu, sang ustaz juga pernah menyatakan keinginannya untuk jadikan Pangeran Abdul Mateen dari Brunei Darussalam sebagai menantu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
KPK mengungkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro diduga mengumpulkan Rp1,98 miliar dari ASN dan pihak swasta untuk mengurus penyelesaian perkara di KPK.
Dinkes Kota Jogja menargetkan 3.146 anak menerima vaksin HPV pada BIAS 2026. Tahun ini, imunisasi juga menyasar anak laki-laki kelas 5 SD.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.