Aturan Gaji untuk Kepala Daerah Bakal Direvisi
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.
Keluarga Ussy Sulistiawaty. /Ist- Instagram @ussypratama
Harianjogja.com, JAKARTA - Artis Ussy Sulistiawaty mengumumkan terinfeksi virus corona (covid-19). Rupanya, penyakit ini tidak hanya menyerang fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi mentalnya.
Lewat video di kanal YouTubenya, Ussy menceritakan gejala pertama yang dirasakan, yaitu tenggorokannya tak terasa nyaman.
Istri Andhika Pratama itu mulai merasa ada yang janggal pada lehernya pada Selasa (23/3/2021) malam.
"Leher gatal-gatal, tapi bukan batuk. Pokoknya kayak gatel aja, ehm ehm. Seperti ada sesuatu yang nyangkut," kata Ussy Sulistiawaty pada video yang tayang Rabu (14/11/2021).
Baca juga: Alami Pecah Pembuluh Darah, Hubert Henry Boomerang Kritis
Pagi harinya, bukan hanya Ussy Sulistiawaty yang batuk, tetapi juga anaknya, Sheva Elmira Lorrenia. Pekerjaan ngehost di salah satu acara, dibatalkan ibu lima anak ini untuk ke rumah sakit.
"Dokter bilang aku kena radang. Tanya harus PCR nggak? kata dokter nggak perlu, minum obat aja. Karena pas dilihat tenggorokan aku merah," kata Ussy memaparkan.
"Sheva pun di dokter anak dikasih obat flu batuk dan nggak perlu pakai antibiotik. Karena ini batuk biasa, normal," ujarnya.
Demi mengantisipasi keadaan memburuk, ibu dan anak ini tetap menggunakan masker.
Baca juga: Viral Cerita Keramahan Duta Sheila On 7, Banyak Warganet Ikut Cerita Pengalaman Ketemu Artis Ramah
Keesokan paginya, kondisi Ussy Sulistiawaty tak kunjung membaik. Begitu pun dengan Sheva.
"Jumat pagi aku ngerasa apakah ini reaksi obat, apa normal (kondisi) begini. Pikiran kemana-mana, pokoknya udah aneh deh," kata Ussy Sulistiawaty.
"Aku akhirnya ke RSPI jam 8 pagi dan aku bilang batuk," ujarnya lagi.
Mengetahui Ussy Sulistiawaty batuk, tim medis menyarankannnya menuju emergency Covid-19 untuk PCR. Artis 40 tahun itu pun kembali mendapat obat batuk dan radang.
"Aku telpon dan tanya hasil swab PCR tadi pagi, (suster bilang) bu maaf, positif," kata Ussy Sulistiawaty.
Saat dinyatakan positif, Ussy Sulistiawaty pun tak percaya. "Astagfirullahaladzhim yang bener sus? Iya, ini nanti di email kata suster," kata pelantun Klik ini.
Tak bisa dipungkiri, Ussy Sulistiawaty terpuruk. Tubuhnya mendadak lemas dan mulai menimbulkan reaksi lain.
Mengetahui Ussy Sulistiawaty batuk, tim medis menyarankannnya menuju emergency Covid-19 untuk PCR. Artis 40 tahun itu pun kembali mendapat obat batuk dan radang.
"Aku telpon dan tanya hasil swab PCR tadi pagi, (suster bilang) bu maaf, positif," kata Ussy Sulistiawaty.
Saat dinyatakan positif, Ussy Sulistiawaty pun tak percaya. "Astagfirullahaladzhim yang bener sus? Iya, ini nanti di email kata suster," kata pelantun Klik ini.
Tak bisa dipungkiri, Ussy Sulistiawaty terpuruk. Tubuhnya mendadak lemas dan mulai menimbulkan reaksi lain.
"Itu bener sih kalau Covid-19 menghantam mental. Ketika aku tahu positif, badan aku kayak ditarik ke bawah, tulang langsung kayak ditusuk," katanya.
Salah satu yang memberatkan pikiran dan hati, dia memikirkan nasib anak-anaknya. Apalagi jika diingat ia kerap melakukan interaksi dengan mereka.
"Nangis lagi, ya Allah nggak bisa ketemu sama semua orang, anak-anak. Nggak bisa kasih ASI ke Saka, berbagai macam penyesalan yang nggak abis-abis. Makanya Covid itu dibilang menjatuhkan mental," kata Ussy menerangkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Mendagri Tito Karnavian menyebut aturan gaji kepala daerah yang berlaku sejak 2000 akan direvisi agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi dan kinerja daerah.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
BPBD DIY memprediksi puncak kekeringan terjadi pada Agustus 2026. Bantul dan Gunungkidul menjadi wilayah paling kritis akibat krisis air bersih.
Dinkes Kota Jogja menargetkan 3.146 anak menerima vaksin HPV pada BIAS 2026. Tahun ini, imunisasi juga menyasar anak laki-laki kelas 5 SD.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.