Gets Premiere Yogyakarta Tawarkan Konsep Pernikahan Intim
Gets Premiere Yogyakarta menggelar Mini Wedding Showcase dengan konsep pernikahan elegan, intim, dan promo menarik bagi calon pengantin.
Peluncuran film Asdrafi. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Setelah dipersiapkan selama tiga bulan, film ASDRAFI Di Atas Kereta Waktu (Serpihan Jejak Asdrafi) akan diluncurkan, Jumat (9/4/2021) di Pendapa Pakuningratan/Asdrafi, Sompilan, Ngasem 12 Yogyakarta. Selain pemutaran film, acara ini juga akan menggelar dialog, pengenalan para pemain dan pentas pantomim Ende Riza.
Film ini disutradarai Indra Tranggono yang juga menulis skenarionnya. Dimainkan para aktor alumni Asdrafi seperti Jedink Alexander (merangkap produser), Siti Nikandaru Chairina, Deddy Ratmoyo, Meritz Hindra, Ende Riza, Titok Pangesthi Adji, Dr Nur Iswantara, Mahmoud Elqadrie, Harlizon, Khocil Birawa, dan Awang Rebo Legi. Juga didukung Vio Bintang Pamungkas, Cristina Deque, Gee Myta, Yosep S dan Nunung Rita. Kameraman/editor, Joni Asman. Penata musik, Dr Memet Chaerul Slamet. Penata artsitik, Marco Dinata.
Indra Tranggono mengatakan, film ini bukan film sejarah melainkan dokudrama di mana cerita fiksi digunakan untuk mengungkap beberapa data kualitatif tentang perjalanan dan semangat kreatif ASDRAFI (Akademi Seni Drama dan Film Indonesia).
"Saya berusaha menghadirkan spirit ASDRAFI yang tahan pukul dalam perubahan zaman. Pada setiap era, ASDRAFI selalu berkontribusi melalui ide, karya, dan sumber daya manusia kreatif,” ujar Indra.
Selaku produser Jedink Alexander mengatakan, tujuan pembuatan film ini adalah untuk menggugah ingatan atas eksistensi ASDRAFI dan memberikan apresiasi kepada masyarakat.
“Sejak berdiri pada tahun 1955, ASDRAFI telah mendidik para mahasiswa menjadi kreator yang mumpuni di bidang drama dan film. Antara lain Teguh Karya, Koesno Sudjarwadi, Maruli Sitompul, Hendra Cipta, Alex Suprapto Yudho, Sri Harjanto Sahid dan Masrom Bara. ASDRAFI tidak hanya memberikan ilmu seni tapi juga ilmu kehidupan yang sangat bermakna bagi kelahiran para seniman. Kini ASDRAFI telah menginisiasi berdirinya Insaga Asdrafi yang menangani pendidikan seni, ” ujar Jedink.
Film ini mengisahkan tentang semangat kreatif ASDRAFI yang tidak mengenal mati. Kisah dibuka dengan kemunculan tokoh Jedink bersama isteri dan anaknya bernama Stefani. Jedink yang selama ini tinggal di Melbourne Australia, mengajak anak dan isterinya mengunjungi kampus ASDRAFI untuk menyerap pengalaman dan pengetahuan. Mereka menemukan komunitas kreatif yang memberikan banyak inspirasi. Stefani pun akhirnya memutuskan untuk kuliah di Yogyakarta karena ingin menempa diri dan menjadi seniman profesional.
“Ini film kedua setelah Aku Bukan Marsinah yang diproduksi Jedink Production dan Guyub Rukun Keluarga ASDRAFI Yogyakarta,” ujar Jedink.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gets Premiere Yogyakarta menggelar Mini Wedding Showcase dengan konsep pernikahan elegan, intim, dan promo menarik bagi calon pengantin.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.
Pemerintah Indonesia melobi AS agar minyak sawit dikecualikan dari tarif tambahan 10 persen. Airlangga menyebut proses di USTR masih berlangsung.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan Pegangsaan. Warga dan keluarga korban sepakat menjaga kondusivitas serta mendukung proses hukum.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.