AS Perketat Sanksi, Iran Diperingatkan Bisa Bangkrut dalam Hitungan Bulan
AS memperingatkan ekonomi Iran bisa runtuh dalam hitungan minggu atau bulan akibat tekanan sanksi yang terus diperketat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Saat menggigit es, seringkali kita merasakan ngilu di gigi. Para ilmuwan yakin bahwa mereka telah menemukan alasan mengapa menggigit es atau meminum sesuatu yang sangat dingin dapat menyebabkan rasa linu di gigi.
Mereka menemukan sel dan sinyal di gigi sensitif yang dapat mendeteksi penurunan suhu dan memicu sakit gigi serta sentakan otak.
Orang dengan kerusakan gigi sangat rentan terhadap sakit gigi karena jalurnya terbuka.
Temuan ini memungkinkan peneliti mengetahui target pengobatan baru dari gigi linu yang dapat berbentuk pasta gigi, tambalan gigi, atau permen karet.
Baca juga: Coba Yuk! 5 Makanan Ini Bisa Menekan Nafsu Makan Berlebih
"Begitu ada molekul untuk ditargetkan, ada kemungkinan pengobatan," kata Katharina Zimmermann, penulis utama studi yang terbit di jurnal Science Advances ini, dilansir BBC.
Target yang ditemukan peneliti disebut TRPC5 yang berlokasi pada sel odontoblas, letaknya berada di antara pulpa lunak bagian dalam dan lapisan dentin.
Enamel tidak dapat merasakan apa pun, tidak seperti dentin yang merupakan lapisan setelahnya. Dentin terhubung ke pulpa paling dalam, tempat tinggal sel-sel saraf.
Baca juga: Waspada! 3 Gejala Bahaya Diabates yang Terlihat dari Tubuh Anda
Jika dentin terekspos, misalnya akibat kerusakan gigi atau penyakit gusi, rangsangan yang menyakitkan seperti suhu atau cairan tertentu akan menyebabkan nyeri.
"Pada gigi manusia dengan lubang dan karies gigi, kami menemukan sejumlah besar saluran TRPC5. Oleh karenanya kami percaya bahwa rekayasa penghambat TRPC5, yang dapat diterapkan secara lokal ke gigi melalui strip atau permen karet, akan sangat membantu dalam mengobati hipersensitivitas dentin atau sakit gigi," sambungnya.
Zimmermann mengatakan di masa depan, agen penghambat TRPC5 dapat dimasukkan ke dalam pasta gigi dan produk gigi untuk mencegah nyeri akibat sensivitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
AS memperingatkan ekonomi Iran bisa runtuh dalam hitungan minggu atau bulan akibat tekanan sanksi yang terus diperketat.
Harga cabai merah besar di tingkat petani Bantul anjlok menjadi Rp8.000 per kilogram akibat pasokan melimpah saat panen bersamaan.
Bobot TKA dalam SNBP 2027/2028 berpeluang meningkat setelah evaluasi pelaksanaan TKA 2026 dan pembahasan MRPTNI.
Seto Nurdiantoro dipercaya menjadi Direktur PSS Muda Akademi untuk memperkuat pembinaan dan mencetak talenta baru bagi PSS Sleman.
Bencana Nepal-China menewaskan 1.130 orang. Pakar mengingatkan risiko pembangunan bendungan besar di kawasan pegunungan Himalaya.
Sebanyak 75 ribu orang mengikuti seleksi petugas haji 2026. Dari jumlah itu, kurang dari 1.000 orang akan diterima sebagai PPIH.