Daftar 4 Ruas Tol yang Bisa Dipakai Pesawat Tempur saat Darurat
Kementerian PU menyiapkan empat ruas jalan tol yang dapat difungsikan sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI AU untuk mendukung kesiapsiagaan nasional.
Ilustrasi diabetes/boldsky.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Studi mengungkapkan sarapan di pagi hari bukan hanya membuat hari Anda lebih berenergi, tapi juga mengelola kadar gula darah yang lebih baik.
Studi baru yang diterbitkan pada ENDO 2021, konferensi virtual dari The Endocrine Society, makan di pagi hari dikaitkan dengan penurunan resistensi insulin dan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah.
Disarankan, jika sarapan yang sehat sebelum jam 08.30 WIB, karena di atas jam tersebut bisa memicu risiko munculnya diabetes.
Temuan ini merupakan bagian dari studi tentang puasa, tetapi para ilmuwan menemukan bahwa ada manfaat sarapan lebih awal meski Anda tidak berpuasa.
Studi tersebut mengatakan bahwa orang yang sarapan di pagi hari memiliki kadar gula darah yang lebih rendah dan resistensi insulin yang lebih rendah, terlepas dari apakah mereka membatasi asupan makanannya hingga kurang dari 10 jam sehari (puasa intermiten).
Data dari 10.575 orang dewasa Amerika dari survei nasional tentang kesehatan dan gizi dianalisis untuk melihat apakah ada pola antara waktu makan dan kadar gula darah dan insulin.
Ditemukan bahwa puasa intermiten, atau makan terbatas 10 jam atau kurang dikaitkan dengan resistensi insulin yang lebih tinggi. Artinya, orang yang berpuasa kurang responsif terhadap insulin, hormon yang mengatur kadar gula darah. Resistensi insulin merupakan faktor risiko untuk mengembangkan diabetes tipe 2.
Namun, ditemukan bahwa orang yang makan pertama kali sebelum jam 8:30 pagi, memiliki tingkat resistensi insulin yang lebih rendah, terlepas dari apakah mereka berpuasa atau tidak.
Meskipun puasa tampaknya tidak berpengaruh pada kadar gula darah, sarapan lebih awal berpengaruh. Orang yang sarapan pada jam 8:30 pagi memiliki kadar gula darah yang lebih rendah, menunjukkan bahwa makan pagi memiliki lebih banyak manfaat metabolik secara keseluruhan.
Jadi, temuan menunjukkan bahwa waktu makan sangat terkait dengan ukuran metabolisme daripada durasi dan mendukung strategi makan dini.
Sarapan yang sehat mendukung berat badan yang sehat dan energi yang stabil
Sarapan tidak selalu merupakan makanan terpenting dalam sehari, tetapi dapat mempermudah Anda untuk menjaga stabilitas energi sepanjang hari.
Yang terbaik adalah memulai hari dengan kombinasi protein, lemak sehat, serat, dan makanan utuh. Anda bisa mengonsumsi yoghurt dengan buah-buahan dan kacang-kacangan atau telur dengan sayuran dan roti gandum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kementerian PU menyiapkan empat ruas jalan tol yang dapat difungsikan sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI AU untuk mendukung kesiapsiagaan nasional.
Sebanyak 512 santri terdampak keracunan MBG di Sidoarjo. BGN melakukan investigasi dan menyiapkan sanksi bagi SPPG.
DPRD Sleman mendorong kuota Beasiswa Patriot Transmigrasi bagi lulusan S1 untuk melanjutkan S2 sebelum mengabdi di wilayah 3T.
Hotspot Kalbar dan Kalteng kembali naik. Menhut Raja Juli Antoni menetapkan kedua provinsi sebagai prioritas penanganan karhutla.
Delapan WNI disebut menjadi tentara Rusia. BIN dan Kemlu RI menelusuri dugaan perekrutan serta memverifikasi informasi tersebut.
DPRD DIY menyebut ada BTT sekitar Rp15 miliar untuk mengantisipasi kekeringan 2026 jika kebutuhan penanganan meningkat.