Pameran Dark Garden Terawang Iklim di Masa Depan
Sedikitnya 16 seniman internasional menggelar karya dalam pameran Dark Garden yang mengangkat persepsi mereka terhadap iklim di masa depan.
Lagu Di Sayidan digubah ulang Shaggydog.
Harianjogja.com, JOGJA—Lagu Sayidan mau tidak mau menjadi lagu yang menjadikan Shaggydog lebih dikenal masyarakat. Lagu yang tercipta dari ide sang pencabik bass, Bandizt, diiringi gitaran Richad Bernado.
Salah satu buktinya, lagu itu menjadi satu dari 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa versi Rolling Stone Indonesia. Setelah 20 tahun berlalu ketika lagu itu dirilis ke publik, kini Shaggydog memutuskan untuk menggubah lagu itu menjadi lebih baru, mengikuti perkembangan karakter musik Shaggydog tanpa meninggalkan akar musiknya, ska.
Diawali dengan dentingan solo piano Lilik Sugiyarto, suara vokal Heruwa menyusul menyanyikan bait demi bait lagu yang kemudian suara tawanya ditingkahi ketukan drum Yustinus “Yoyo” Tria Hendrawan untuk memulai tradisi berdansa sambil tertawa.
Pada versi terbarunya, perpaduan sound dua gitaris Raymondus dan Richad terdengar lebih ngerok sementara bass line Bandizt tersimak lebih padat berisi. “Brass section di versi terbaru ini pun lebih ramai dengan penggunaan instrumen tiup yang lebih lengkap,” ujar manajer DoggyHouse Records, Martinus Indra Hermawan, dalam rilis kepada Harian Jogja, Kamis (11/2/2021).
Lagu spesial ini tentu saja membutuhkan sentuhan spesial juga. Diajaklah seniman lintas disiplin yang menjadi kurator Biennale Jogja, Wok The Rock, untuk bekerja sama dalam menggarap sampul depan.
Dari hasil perbincangan bersama direktur Ruang MES 56 ini terciptalah artwork yang terinspirasi dari desain stiker klasik era 90-an. Aplikasi warna-warna berani semacam merah, hijau, oranye dengan pola funky diintegrasikan dengan outline hitam untuk estetika retro 90-an lengkap dengan penggambaran Doggies dan Honnies yang sedang menuangkan air kedamaian.
Single Di Sayidan versi terbaru resmi dirilis DoggyHouse Records via digital stores mulai 21 Februari 2021. Setelah itu, Di Sayidan akan tersedia dalam bentuk rilisan kaset yang side B diisi dengan lagu dalamversi Keroncong. Nantinya, merchandise Di Sayidan juga tersedia dalam bentuk limited edition t-shirt dan botol whiskey (flask).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sedikitnya 16 seniman internasional menggelar karya dalam pameran Dark Garden yang mengangkat persepsi mereka terhadap iklim di masa depan.
RPPLH DIY 2026-2056 disiapkan sebagai pedoman lingkungan 30 tahun. DPRD DIY meminta pembangunan ekonomi tak mengorbankan lingkungan.
Prabowo menargetkan swasembada daging sapi dan kerbau dalam 5 tahun. Danantara menggandeng JBS dengan investasi awal US$2,5 miliar.
Kekeringan Gunungkidul meluas. Sebanyak 83.757 jiwa di 71 kalurahan terdampak krisis air bersih dan bantuan mencapai 1.087 tangki.
Xavi Hernandez resmi menjadi pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030. KNVB mengakhiri tradisi 48 tahun tanpa pelatih asing.
Prabowo menyebut realisasi investasi 2025 mencapai Rp1.931 triliun dan menciptakan lebih dari 2,7 juta lapangan kerja.