CIO Pandu Sjahrir Beri Sinyal Duit Danantara Bisa Diinvestasikan ke Pasar Modal
Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara Pandu Sjahrir memberikan sinyal potensi investasi ke pasar modal dari hasil setoran dividen BUMN. Pernyataan itu di
Ban Mobil. Ketika melewati jalanan yang basah dan licin karena hujan, ban tubeless membawa rasa tidak nyaman, sedangkan ban biasa jauh lebih aman dan kuat. /Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA – Di pasar otomotif, ada dua jenis tipe ban mobil, yaitu jenis ban biasa atau tubetype dan ban tubeless. Penting untuk memerhatikan detail perbedaan keduanya sebelum menentukan ban mana yang ingin digunakan untuk mobil kesayangan Anda.
Menurut Auto200, fungsi ban mobil mempengaruhi kenyamanan dan keselamatan pengemudinya. Dari semua jenis ban mobil, ban tubeless lebih dinilai sebagai komponen mobil yang paling berguna untuk mempermudah mobilitas sehari-hari.
Membahas perbedaan di antara dua jenis ban ini memang harus dilihat dari berbagai sisi, mulai dari harga hingga kenyamanannya.
Berikut enam perbedaan yang cukup mencolok dan bisa menjadi pertimbangan untuk memilih salah satunya.
1. Harga Ban
Perbedaan pertama adalah harga. Ban tubeless diketahui lebih mahal daripada versi biasa. Kendati lebih mahal, ada berbagai keuntungan yang bisa dirasakan.
Ban tubeless hanya perlu diganti kalau memang sudah menipis. Jika tertancap benda tajam seperti paku, Anda bisa melakukan penambalan sendiri dengan cepat menggunakan lem khusus.
Hal tersebut berbanding terbalik dengan ban biasa yang jika sudah tertusuk benda tajam langsung bocor dan harus dibawa ke tukang tambal.
2. Material Ban
Kedua jenis ban ini sama-sama menggunakan material karet. Namun ban tubeless memiliki lapisan fluid sealant yang mempertahankan kerapatan ban, sementara ban biasa menggunakan ban dalam atau inner tube.
Fluid sealant dinilai bagus untuk membuat ban tubeless tidak mudah bocor karena secara otomatis akan merapatkan bagian yang terkena benda tajam.
3. Komponen Ban
Komponen ban tubeless hanya terdiri dari ban dan pelek saja. Namun untuk ban biasa jauh lebih banyak. Ada komponen ban dalam, pelek, ban luar, flap, hingga lock ring.
Versi tubeless memang lebih simpel, namun tetap modern karena didukung lapisan fluid sealant sebagai pengganti ban dalam.
4. Daya Tahan Ban
Dengan jargon anti bocor yang dimiliki ban tubeless membuatnya lebih kuat dari sisi daya tahan. Karakter ban tubeless lebih kokoh hingga cocok untuk berbagai jenis medan jalan.
Namun ada perbedaan yang kali ini membuat ban biasa terlihat lebih unggul. Ban biasa lebih mampu meredam berbagai jenis getaran karena ada tambahan bantalan dari ban dalam.
Ini membuat kenyamanan ban biasa lebih baik ketika melewati jalan aspal dan dalam kecepatan rendah. Namun, jika sudah melewati jalanan berbatu menjadi lebih riskan rusak.
5. Kenyamanan Ban
Ban biasa dengan tekanan yang keras tetap mampu membawa rasa nyaman selama berkendara. Ini berbeda dengan ban tubeless yang apabila terlalu banyak tekanan angin akan menjadi sangat tidak nyaman.
Begitu pula ketika melewati jalanan yang basah dan licin karena hujan. Ban tubeless juga membawa rasa tidak nyaman, sedangkan ban biasa jauh lebih aman dan kuat.
6. Kebocoran Ban
Perbedaan ban tubeless dan ban biasa juga ada dari sisi kebocoran. Jika ban tubeless tertancap benda tajam, Anda tinggal melepaskan gangguan itu lalu menutup lobang dengan cairan antibocor, sehingga ban bisa digunakan kembali.
Namun, kelemahannya adalah kalau sudah bocor parah hingga kehabisan angin, tidak semua bengkel bisa membereskan masalah ini.
Berbanding terbalik dengan ban biasa yang memang lebih riskan langsung bocor ketika tertancap benda tajam, tetapi semua bengkel pasti bisa menambalnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara Pandu Sjahrir memberikan sinyal potensi investasi ke pasar modal dari hasil setoran dividen BUMN. Pernyataan itu di
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.