Sandiaga: Desa Wisata Bakal Jadi Winner
Kunjungan di Desa-desa Wisata naik sebesar 30 persen pada masa pandemi di saat sektor pariwisata lainnya mengalami kontraksi.
Pendaki gunung/Antara-Akbar Nugroho Gumay
Harianjogja.com, JAKARTA--Selama satu dekade terakhir hingga 2020, perkembangan minat dan animo masyarakat akan kegiatan alam terbuka kian meningkat, salah satunya adalah mendaki gunung.
Hal ini tidak lepas dari kesuksesan film yang mengisahkan tentang cerita pendakian seperti 5 cm, maupun banyaknya foto dan video yang menunjukkan keindahan alam pegunungan.
Ferryno Akbar, Dewan Pengawas Mapala Universitas Esa Unggul mengatakan tren tersebut memunculkan para pendaki baru yang hanya sekadar ikut-ikutan tanpa melengkapi diri dengan perbekalan ilmu yang mumpuni.
Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan munculnya berbagai kejadian yang tak diinginkan seperti membuang sampah sembarangan, vandalisme, perbuatan asusilla, dan berbagai hal lain yang tak pantas di sebut sebagai pendaki.
“Saat ini mendaki gunung telah menjadi tren yang diminati anak muda. Namun tidak sedikit diantaranya yang hanya sekadar ikut-ikutan atau ingin eksis di media sosial,” ujarnya.
Berbeda dengan mahasiswa pecinta alam yang memang telah digembleng dengan perbekalan ilmu berkegiatan di alam terbuka seperti manajemen perjalanan, survival, navigasi darat, pertolongan pertama gawat darurat (PPGD), dan lain sebagainya.
“Edukasi seperti tips manajemen perjalanan itu penting sekali buat para pendaki gunung untuk menghindari faktor risiko terburuk seperti tersasar, kedinginan, bahkan hingga meninggal,” tuturnya.
Selain memahami manajemen perjalanan, seorang pendaki idealnya harus mampu menghargai lingkungan sekitarnya, memiliki sikap yang baik, sehat jasmani dan rohami, serta menguasai ilmu alam terbuka.
Untuk itulah, dia menyarankan agar para pendaki pemula perlu membekali dirinya dengan manajemen perjalanan. Pasalnya, kegiatan mendaki gunung termasuk salah satu aktivitas yang ekstrem dan membutuhkan kesiapan baik dari fisik, mental, maupun, pengetahuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kunjungan di Desa-desa Wisata naik sebesar 30 persen pada masa pandemi di saat sektor pariwisata lainnya mengalami kontraksi.
Ratusan warga Parangjoro Sukoharjo menggelar doa bersama terkait polemik izin warung kuliner nonhalal di Dusun Sudimoro.
Veda Ega Pratama gagal lolos Q2 Moto3 Catalunya 2026 dan akan memulai balapan dari posisi ke-21 di Barcelona.
Akses parkir bus Abu Bakar Ali II Jogja diatur satu arah. Bus wisata wajib memutar lewat Stadion Kridosono menuju Malioboro.
Presiden Prabowo menyebut sejumlah negara kini meminta membeli beras dari Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Pendaki asal Riau patah tulang saat mendaki Gunung Rinjani. Tim TNGR dan EMHC lakukan evakuasi di jalur Pelawangan Sembalun.