Imunisasi Tak Capai Target, Wabah Berisiko Muncul Lagi
Angka cakupan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan bayi di bawah dua tahun (baduta) secara nasional masih di bawah target minimal 95% pada 2020. Mayoritas imunisasi pun menurun.
Anak Sakit/boldsky.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Anak-anak dianggap memiliki risiko rendah terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Namun, meskipun tingkat morbiditas dan mortalitas pada anak-anak jauh lebih rendah daripada orang dewasa, anak-anak bisa saja mengalami gejala yang parah saat mereka terinfeksi.
Apalagi dalam laporan terbaru, sekelompok gejala baru mulai mempengaruhi anak-anak dengan cara yang paling buruk. Sesuai penelitian, Covid-19 dapat menyebabkan kondisi serius yang disebut sindrom inflamasi multisistem (MIS-C) pada anak-anak. Anak-anak juga dapat menularkan virus tanpa menunjukkan gejala sama sekali atau hanya mengalami gejala ringan.
Melihat sejumlah fakta tersebut, para orang tua khawatir dan bertanya kapan anak-anak mendapatkan vaksin. Pasalnya vaksin yang tersedia saat ini seperti vaksin yang dikembangkan Pfizer dan perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech, hanya ditujukan untuk orang dewasa.
Melansir Times of India, Senin (14/12/2020), menurut ilmuwan dan profesional medis, anak-anak harus menunggu untuk mendapatkan vaksin hingga akhir 2021. Menurut para dokter dan ahli, vaksin saat ini mungkin tidak cocok untuk digunakan oleh anak-anak. Sementara uji klinis yang dilakukan sebelumnya terbatas pada orang dewasa, dan anak-anak masih harus menjalani fase uji coba untuk mendapatkan vaksin.
Lantas kapan uji coba vaksin untuk anak-anak? Baru saja dimulai. Pfizer telah memulai uji coba vaksin Covid-19 untuk anak-anak pada Oktober, dan membatasi pengujian untuk usia 12 tahun ke atas. Di sisi lain,
Moderna mengatakan akan segera memulai uji coba pada anak-anak berusia 12 hingga 17 tahun. Selama proses ini, para profesional medis akan memeriksa dosis, interval antar dosis, dan jumlah dosis yang paling cocok untuk anak. Prosesnya bisa memakan waktu berbulan-bulan dan anak-anak mungkin harus menunggu hingga akhir 2021.
Meskipun uji coba vaksin pada orang dewasa telah terbukti lebih efektif daripada yang diharapkan, hingga kini belum diketahui efikasi dan keamanan vaksin untuk anak-anak. Saat ini para peneliti akan fokus terhadap efek samping vaksin yang sudah disuntikkan kepada orang dewasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Angka cakupan imunisasi dasar lengkap dan imunisasi lanjutan bayi di bawah dua tahun (baduta) secara nasional masih di bawah target minimal 95% pada 2020. Mayoritas imunisasi pun menurun.
Wali Kota Jogja menemukan kandang ayam, sampah, dan pendangkalan saat susur Sungai Code, Pemkot rencanakan normalisasi.
Perbaikan Jalan R Agil Kusumadya Kudus tuntas, akses Demak–Kudus kini mulus dengan anggaran gabungan pusat dan daerah Rp40 miliar.
Maarten Paes tampil solid bawa Ajax Amsterdam ke final playoff Europa Conference League. Simak performa kiper Timnas Indonesia vs Groningen di sini.
Lelang jabatan Pemkab Gunungkidul selesai, tujuh kandidat bersaing jadi kepala OPD dan menunggu keputusan bupati.
Aldila Sutjiadi sukses melaju ke final Morocco Open 2026. Simak perjuangan Aldila/Zvonareva menuju gelar juara WTA 250 malam ini pukul 21.20 WIB.