IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
150
Kedua telapak tangan itu merah bagaikan besi dibakar. Sang resi bertepuk tangan. Dan terdengar ledakan disusul bunga api berpijar terang. Ia maju menubruk dengan kedua tangan memukul Lohgawe yang terpaksa menyambut dengan dua tangan pula karena sudah tidak ada kesempatan menghindar.
“Dessssss..” Dua tenaga dahsyat bertemu. Dari tangan Resi Kamayan keluar percikan api disusul tubuhnya mundur sejangkah. Lohgawe juga mundur dua langkah terdorong tenaga lawan yang bukan main kuatnya.
“Anak muda, hanya sebegitu saja kekuatanmu?” Resi Kamayan kembali menerjang.
Resi cerdik ini langsung paham dalam dua kali beradu tenaga ia menang selapis, maka Lohgawe tidak diberi kesempatan membalas, dan setiap tangkisan membuatnya sempoyongan. Demang Kertapati merasakan hal sama. Mereka tidak menyadari sesungguhnya Lohgawe sedang mengukur kemampuan lawan. Ia memang tidak terburu-buru mengeluarkan tenaga cadangan meskipun ia jauh lebih muda dibandingkan lawan-lawannya.
Resi Kamayan berputar-putar dan bagai puting beliung ia menerjang. Hebat bukan main serangan ini. Tubuhnya menyerupai gasing sehingga kaki tangannya seolah berubah menjadi banyak dan menyerang Lohgawe dari delapan arah. Bertubi-tubi datangnya pukulan, tamparan, cengkeraman, dan tendangan yang dilakukan oleh banyak tangan dan kaki itu. Setiap pukulan mengandung tenaga dahsyat. Daun-daun kering yang berserakan di atas tanah terbawa pusingan angin yang diakibatkan tubuh sang resi ini sehingga tubuh mereka terselimut oleh ribuan daun dan debu yang membubung ke atas berputar-putar.
Kiprah demang Kertapati tidak kalah ganas dengan paman gurunya. Ia berhati-hati dalam setiap gerakan untuk menghemat tenaga. Pada saat tepat, ketika Lohgawe sibuk mengelak atau menangkis yang membuatnya terkemut-kemut barulah demang itu melancarkan pukulan yang dilambari ajian sima candramawa.
“Plakk! Desss!”
Tamparan Resi Kamayan ditangkis Lohgawe dan selagi ia sempoyongan kesempatan ini digunakan demang Kertapati menghantam pundaknya. Lohgawe terhuyung-huyung tapi dengan tangkas berjungkir balik ke belakang tiga kali, dan kembali berdiri tegak. Dua serangan dahsyat itu memang tidak membuatnya terluka karena ia sudah memagari diri dengan ajian tameng waja. Toh demikian tulang pundaknya terasa ngilu. Bangkitlah kemarahan Lohgawe sehingga ia mulai menyalurkan tenaga cadangan yang dilatih khusus di bawah bimbingan Kaki Suryadharma.
“Bocah keparat, engkau menyerah kalah?” Demang Kertapati sengaja membuat panas.
“Kertapati. Yang paling aku takutkan hanya jika aku khilaf menyeleweng dari paugeran. Menggunakan kekuasaan bertindak sewenang-wenang adalah penyelewengan paling parah. Dari pemaksaan kehendak inilah timbulnya kerusakan tatanan semesta,” kata Lohgawe tenang. Dada demang Kertapati berdesir. Diam-diam ia kagum melihat telatah musuhnya ini. Dan ia sepintas melirik kembali Kaki Suryadharma. Tokoh sakti itu masih terlelap dalam semadi.
“Kematian di depan mata, engkau masih cerewet. Tampaknya engkau kangen menyusul arwah bapa ibumu di neraka?” Tawa demang itu menyakitkan sekali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Ramalan zodiak 13 Agustus 2026 untuk asmara, karier, dan keuangan. Ada 5 zodiak yang rentan bosan dengan pasangan. Simak prediksi lengkapnya di sini
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.