Tol Semarang-Demak Dikebut, Ditargetkan Fungsional Saat Nataru
Progres Tol Semarang-Demak Seksi 1 mencapai 79,42% per 22 Oktober 2026. Kementerian PU menargetkan proyek rampung akhir 2027.
James Bond - IMDB
Harianjogja.com, NEW YORK—Film terbaru James Bond berjudul No Time to Die diincar dua platform layanan video on demand (Vod).
Apple dan Netflix dikabarkan menjajaki kemungkinan untuk memperoleh No Time to Die, yang awalnya dijadwalkan untuk debut di bioskop April 2020.
Perilisan film telah ditunda beberapa kali, dengan film yang dibintangi Daniel Craig pindah kembali ke November ini sebelum didorong ke 2021 karena jumlah kasus virus corona terus bertambah.
MGM, studio di balik film tersebut, dilaporkan mengalami kerugian antara US$30-US$50 juta karena penundaan tersebut.
Bloomberg pertama kali melaporkan diskusi tersebut, yang telah menjadi topik utama di Hollywood minggu ini. Studio lain, seperti Paramount dan Sony, telah meraup puluhan juta dengan menjual film seperti Greyhound, Coming 2 America, dan Without Remorse ke layanan streaming sementara sektor teatrikal terus berjuang selama pandemi.
MGM memilih untuk tidak berkomentar lebih terkait rumor tersebut. “Kami tidak mengomentari rumor. Film ini tidak untuk dijual. Rilis film telah ditunda hingga April 2021 untuk melestarikan pengalaman teater bagi penonton bioskop," kata juru bicara MGM.
Namun, beberapa orang dalam di studio mengatakan bahwa kemungkinan penjualan film tengah dieksplorasi secara terbuka, dan percaya bahwa MGM setidaknya terbuka untuk kemungkinan menjual film mereka dengan harga yang sangat besar.
Studio tersebut dikatakan sedang mencari kesepakatan sekitar US$600 juta dolar, label harga yang dianggap terlalu mahal. Penjualan sebesar ini akan dipimpin secara eksklusif oleh CEO pemilik mayoritas MGM , Kevin Ulrich, Anchorage Capital Group.
Tidak jelas apakah produser Barbara Broccoli dan Michael G. Wilson, yang terkait dengan serial James Bond tersebut juga akan menandatangani kesepakatan.
Hak Distribusi
Universal Pictures, yang memiliki hak distribusi internasional untuk No Time to Die, harus dibuat utuh dalam setiap kemungkinan penjualan dan diganti untuk semua biaya yang dikeluarkan studio.
Perlu dicatat bahwa pihak-pihak yang terlibat akan menjajaki penjualan streaming, mengingat bahwa film tersebut adalah film pertama yang mengubah tanggal rilis sebelum virus corona ditingkatkan menjadi pandemi global.
Memindahkan No Time to Die ke layanan streaming menimbulkan beberapa tantangan logistik. Biaya produksi film ini lebih dari US$250 juta dan telah menjalin beberapa kemitraan promosi untuk membantu membiayai biaya tersebut, termasuk Land Rover, Omega, dan Heineken.
Perusahaan-perusahaan itu mungkin mengharapkan film tersebut untuk diputar di bioskop dan mungkin tidak senang dengan haluan streaming saja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Progres Tol Semarang-Demak Seksi 1 mencapai 79,42% per 22 Oktober 2026. Kementerian PU menargetkan proyek rampung akhir 2027.
Pemerintah menunda kewajiban sertifikasi halal UMKM hingga 2028 karena banyak pelaku usaha belum memenuhi target dan terkendala administrasi.
Rute Trans Jogja ke Gunungkidul belum terealisasi meski dikaji sejak 2025. Warga berharap layanan ini mengurangi kepadatan Jalan Jogja-Wonosari.
Jogja Expo 2026 membuka peluang UMKM DIY memasuki rantai pasok haji dan umrah. Kerja sama awal yang terbentuk mencapai sekitar Rp1 miliar.
Simak cara cek status penerima BPNT Rp600.000, syarat kepesertaan, penyebab bantuan belum masuk rekening, dan langkah penarikan tunai.
Ganti rugi pengadaan tanah Tol Solo-Jogja di Sleman mencapai Rp19,5 miliar untuk 11 objek di Moyudan dan Gamping.