Atap Kelas MTs Muhammadiyah Ambruk di Sragen, 48 Siswa Diliburkan
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Sandyakala Ratu Malang/Harian Jogja-Hengki Irawan
110
“Yayi, istriku, ratu pujaan hatiku. Masih ingatkah pembicaraan kita?”
“Tentang apa Kangmas?”
“Takdir itu beda dengan kodrat.”
“Ingat Kangmas. Kodrat, manusia bisa mengubahnya, dengan berwiradat.”
“Benar.”
“Jika kita melakukan wiradat; berikhtiar sepenuh hati; hasil akhir itulah takdir.”
“Engkau memang istriku yang cerdas, Yayi.”
“Kenapa Kangmas membicarakan takdir?”
Dinar tersenyum, matanya memandang Latri sepenuh perasaan.
“Mati hidup manusia di tangan sang Hyang Widi, itulah takdir. Bukan kodrat.”
“Tidak dapat diwiradat untuk mengubah takdir,” bisik Latri.
Dinar memandang istrinya, yang juga sedang memandangnya dengan mesra.
“Ratuku…”
Mereka seolah lupa; atau memang mengabaikan; bahwa sebentar lagi ajal menjemput. Rebahan sembari saling pandang ini membuat mereka merasa seakan masih di dalam kamar; di atas pembaringan yang wangi; bercengkerama; bersenda gurau; dan berolah asmara.
“Kangmas Dinar.” Latri kembali merangkul leher suaminya; mendekap muka itu ke atas dadanya; ia seperti ingin membenamkan wajah Dinar ke dalam dasar hatinya; luluh bersatu tidak dilepaskan lagi; lalu bergandeng tangan menghadap gusti kang wisesa. Di nirwana.
“Yayi, engkau menjadi begini gara-gara aku.”
“Tidak Kangmas! Apa saja yang engkau lakukan, aku selalu berpihak kepadamu. Engkau tidak salah apa-apa. Paman Purwawisesa yang membuat gara-gara.”
“Terima kasih Yayi. Aku sama sekali tidak melakukan hal-hal jahat.”
“Tentu Kangmas, tadi kakang sudah menjelaskan meski belum lengkap. Aku juga kaget, tidak menduga paman Purwawisesa terperosok sebegitu jauh oleh penggayuhannya.”
Dinar mengangguk dengan sorot mata bersyukur atas pengertian Latri tentang sikapnya. Diceritakan sekali lagi perihal “petualangannya” bertempur dengan Wiku Suragati yang berhasil ditewaskan. Juga pengakuan “kolaborasi” sang wiku dengan Pangeran Purwawisesa yang hendak memberontak terhadap kekuasaan ayahnya sendiri, Panembahan Senopati.
“Aku menyerbu istana pamanmu. Niatku memaksa ia mengakui kesalahannya di hadapan gusti prabu. Sang Hyang Widi berkehendak lain. Aku gagal, dan menyeretmu seperti ini.”
“Kangmas, aku percaya kemuliaan hatimu. Aku, ahh, peluk aku kakang….”
Hati Dinar bagai ditusuk pisau karatan. Ia tahu hampir sampai titiwanci. Maut kian dekat. Latri didekap erat. Yang dapat ditunda hanya tugas. Kehendak gusti kang murbeng dumadi mana mungkin diselani?!
“Yayi, ratu sesembahanku, aku tahu saatnya menjelang tiba..”
Latri mengangguk lemah. Dadanya semakin pepat. Napasnya mulai tersengal.
“Kita akan berangkat bersama-sama; bergandengan tangan; Aku pun tahu luka Kangmas parah. Di dunia kita selalu bersama. Kelak jika Hyang Widi kersa menempatkan kita di surga, kita masih tetap bersama di kerajaan-Nya; kita bermain-main di taman penuh bunga…”
“Yayi …”
“Mendekatlah Kangmas, dekaplah aku saat kita pergi…”
Kembali mereka berhadap-hadapan; berpelukan; berbisik-bisik. Sekali ini tanpa canda.
“Yayi, ingatkah engkau sewaktu kita menikah..?”
“Kang ….” Tubuh Latri bergetar.
“Biarkan aku mengenang peristiwa itu, Yayi. Aku tahu, awalnya engkau lebih tertarik pada sahabatku, dan aku ikhlas mengalah. Pilihanmu tepat ..”
“Kangmas Dinar..”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.