Tinjau Sensus EkonomI, DPD RI Yashinta Soroti Pendapatan UMKM Turun
DPD RI menemukan penurunan pendapatan pelaku UMKM saat meninjau Sensus Ekonomi BPS di Kota Jogja dan mendorong kebijakan tepat sasaran.
Atta Halilintar. /Ist-Instagram @attahalilintar
Harianjogja.com, JAKARTA - Pengalaman pahit menjadi korban pelecehan seksual ternyata pernah dialami YouTuber Atta Halilintar.
Hal tersebut diungkap Atta saat Maia Estianty dan dua anaknya, yakni Dul Jaelani dan El Rumi jadi bintang tamu di podcast terbarunya di kanal YouTube-nya.
Semula Maia membahas pengalaman putranya, Al Ghazali, yang nyaris jadi korban pelecehan seksual saat kecil. Dia kemudian bertanya pada Atta. "Kamu pernah alamin nggak?" tanya Maia Estianty.
"Pas SD, aku nggak pernah cerita ke siapapun karena malu. Tapi kalau aku nggak ceritain nanti orang ini nggak akan jera," ujar Atta Halilintar.
Menurut Maia, harusnya seseorang yang alami pelecehan seksual langsung melapor begitu kejadian. Tujuannya agar si pelaku jera.
Baca Juga: Sampaikan Kepengurusan Baru, DPC PPP Sleman Siap Songsong Pilkada
"Makanya dari kecil tuh harus dikasih tau kalau diginiin harus ada perlawanan," ujar Maia.
"Karena Al berani cerita gini, aku jadi cerita," kata Atta.
Atta mengalami hal tak menyenangkan itu saat duduk di bangku SD. Ketika itu, dia masih tinggal di Malaysia.
"Aku kalau sekolah misalnya ini rumah ke terminal harus naik bus terus naik kereta 30-40 menit," ujarnya.
Suatu waktu, Atta mendapat tawaran tumpangan naik motor dari seorang laki-laki untuk pergi ke sekolah.
Baca Juga: Tertinggi di DIY, Ini Data Terbaru Sebaran Kasus Covid-19 di Sleman
"Terus ada yang suka nawarin aku boncengan aku di depan, \'ayo Paman anterin ke sana\' aku sama adik-adik naik motor. Nah, itu kan di komplek cuma jauh di pelosok dan nggak ada jalan lain," katanya.
Atta Halilintar masih ingat betul bagaimana lelaki itu melecehkan dirinya secara seksual pada waktu itu.
"Suatu ketika, aku di depan, alat kelamin aku diraba-raba, aku mikir apa aku kedepanan duduknya lama-lama kok masuk. Itu geli banget sih mikirnya. Dari situ jadi nggak mau lagi naik motor karena takut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
DPD RI menemukan penurunan pendapatan pelaku UMKM saat meninjau Sensus Ekonomi BPS di Kota Jogja dan mendorong kebijakan tepat sasaran.
Kementerian PU mematangkan Permen SPM jalan tol. Operator wajib memenuhi standar pelayanan sebelum mendapat penyesuaian tarif.
Polda DIY menyita 13.817 botol miras ilegal dan oplosan dari 443 kasus sepanjang Januari-Juni 2026 demi menjaga kamtibmas.
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
Kejari Wonosobo menyelidiki dugaan penyimpangan bansos PKH 2018-2026 dengan potensi kerugian negara miliaran rupiah. Lebih dari 600 KPM terdampak.
BRIN mengembangkan Food Guard, alat berbasis AI untuk mendeteksi gas pembusukan pada ompreng sebagai inovasi pendukung program MBG.