Fadli Zon: Mr. Assaat Layak Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional
Menbud Fadli Zon mendukung pengusulan Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional. Proses berlanjut sejak Februari 2025 sesuai mekanisme yang berlaku.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Sebuah studi menyebutkan bahwa remaja dan dewasa muda yang menggunakan rokok elektrik atau vape lebih rentan terpapar Covid-19.
Melansir dari The Sun, studi ini telah diterbitkan pada the Journal of Adolescent Health.
"Remaja dan dewasa muda pengguna vape perlu tahu bahwa mereka kemungkinan besar bisa terkena Covid-19 karena paru-paru mereka telah rusak," kata Profesor Bonnie Halpern-Felsher penulis senior dalam penelitian tersbut.
"Orang muda mungkin percaya usia mereka melindungi mereka dari penularan virus atau bahwa mereka tidak akan mengalami gejala Covid-19, tetapi data menunjukkan ini tidak benar terutama pada mereka pengguna vape," ujar Shibani Mathur Gaiha, pemimpin penelitian.
Pada penelitian ini, data dikumpulkan dari 4.351 orang berusia 13 hingga 24 tahun melalui survei online pada bulan Mei.
Baca Juga: Anda Wajib Tahu, Ini Mitos Masker yang Salah Kaprah
Peserta menjawab seputar pertanyaan tentang penggunaan rokok biasa atau vape. Serta penggunaannya selama 30 hari terakhir. Mereka juga ditanya tentang pengalamannya dengan Covid-19.
Hasilnya, penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa muda yang menggunakan rokok elektrik sekaligus rokok biasa dalam 30 hari sebelum terinfeksi Covid-19, lima kali lebih mungkin memiliki gejala daripada yang tidak.
Beberapa gejala tersebut berupa batuk, kelelahan, demam dan sesak napas.
Sementara bagi mereka yang merokok konvensional dan vape sekaligus, meningkatkan risiko infeksi virus corona sampai 6,8 kali.
Baca Juga: Jangan Takut ke Rumah Sakit, Tetap Lakukan Ini Agar Tak Terpapar Covid-19
Pada studi ini, para peneliti tidak menemukan hubungan signifikan antara merokok tradisional tanpa dibarengi dengan vape dan virus corona.
"Dan kami perlu memberitahu semua orang, jika Anda seorang pengguna vape, maka Anda menempatkan diri pada risiko Covid-19 dan penyakit paru-paru lainnya," kata Profesor Bonnie Halpern-Felsher.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Menbud Fadli Zon mendukung pengusulan Mr. Assaat sebagai Pahlawan Nasional. Proses berlanjut sejak Februari 2025 sesuai mekanisme yang berlaku.
DPRD Bantul meminta Perda larangan penjualan daging anjing di DIY disosialisasikan secara masif sebelum diterapkan di seluruh kabupaten dan kota.
Pemkot Jogja mengkaji penutupan bertahap sirip Malioboro. Hasto Wardoyo memastikan kebijakan diterapkan setelah solusi akses warga disiapkan.
KPK mendalami dugaan pemberian uang dari PT Blueray Cargo kepada oknum Ditjen Bea Cukai dengan memeriksa Iskandar HP Sitorus sebagai saksi.
Pengangguran DIY naik menjadi 70.560 orang pada Mei 2026. BPS dan Disnakertrans mengungkap penyebab serta strategi menekan TPT.
Sebanyak 25.640 siswa di Gunungkidul menjadi sasaran BIAS 2026 dengan vaksin MR, TD, dan HPV. Target cakupan imunisasi mencapai 95%.Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL