Polresta Magelang Bubarkan Bukber Ratusan Pelajar karena Pesta Miras
Polresta Magelang tindak tegas acara bukber pelajar yang disusupi pesta miras dan kembang api. Simak kronologi pembubaran ratusan peserta di Mungkid.
Tara BAsro dan Daniel Adnan mengenakan daster. /Ist-twitter @Tarabasro
Harianjogja.com, JOGJA- Banyak cara dilakukan untuk menunjukkan kekompakan pasangan. Salah satunya adalah dengan mengenakan pakaian yang berpasangan (couple).
Pakaian yang lumrah digunakan untuk berpasangan biasanya berupa kaus, jaket atau hoodie. Namun, sebuah ide unik dan lucu dilakukan oleh artis film Tara Basro dan suaminya, Daniel Adnan.
Pasangan yang baru menikah 17 Juni 2020 lalu itu menggunakan baju daster untuk couple outfit. Baju daster merupakan pakaian yang biasa dipakai perempuan saat di dalam rumah.
Baca juga: Engku Emran Unggah Status di IG, Singgung Wanita yang Tahu Batas
Baju daster memiliki bentuk yang sangat sederhana, yakni dres panjang sampai bawah lutut, dengan potongan longgar. Baju daster banyak dipakai perempuan di rumah karena nyaman. Baju daster biasanya menggunakan bahan katun yang dingin dan menyerap keringat.
Meski dikenal sebagai pakaian perempuan, Daniel Adnan percaya diri mengenakannya. Padahal, motif baju ini batik dengan warna dasar hijau cerah. Ia memakai pakaian yang serupa dengan yang dipakai oleh Tara Basro.
Bahkan, Daniel mengenakannya di tempat umum. Dalam foto yang diunggah oleh akun twitter @tarabasro, tampak mereka mengenakan daster couple itu di sebuah restoran.
Baca juga: Dua Istri Didi Kempot Bertemu Bahas Konser Mendiang Sang Maestro
Ada dua foto yang diunggah saat mereka mengenakan baju tersebut, satu foto saat mereka duduk, satu lainnya saat merka berdiri. Ukuran baju tersebut tampaknya sama, namun karena postur tubuh keduanya berbeda, hasilnya pun berbeda. Daster saat dipakai Tara bisa mencapai bawah lutut, sedangkan untuk tubuh Daniel yang lebih besar dan tinggi menjadi hanya selutut.
Rupanya pakaian itu mereka kenakan saat travelling. Hal itu tampak dari caption yang disertakan saat mengunggah foto tersebut. Tara Basro tampaknya sudah rindu untuk bepergian lagi.
"Kapaaannn bisaaa traveling lagiiiii," tulisnya sambil menambahkan emoticon menangis.
Kapaaannn bisaaa traveling lagiiiii ? pic.twitter.com/MEHdeYRWX8
— Tara Basro (@TaraBasro) July 11, 2020
Unggahan ini rupanya menarik perhatian warganet. Hanya dalam waktu sehari sejak diunggah, foto itu mendapatkan 8,4 ribu retweet dan komentar serta 48,8 ribu suka. Banyak warganet yang memuji fashion pasangan ini. Warganet menganggap outfit ini keren.
"her husband proves that daster is an unisex outfit," tulis akun @eruditians.
"Couple anti mainstream," tambah @qinderjoi.
Meski demikian, ada pula yang menganggapnya lucu.
"Kek lagi agustusan lomba futsal pake daster," tulis akun @ardianfaris_.
"Klo tara basro sama suami kek gini masih di bilang unik estetik, klo org awam pkae ginian dibilang orang susah," tambah @nisyiaazahraaa_.
Meski banyak komentar, Tara Basro maupun Daniel Adnan tidak peduli. Ia tidak menanggapi komentar dari warganet yang muncul di unggahannya tersebut.
Nah, bagaimana pendapatmu tentang daster couple? Keren atau tidak?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Magelang tindak tegas acara bukber pelajar yang disusupi pesta miras dan kembang api. Simak kronologi pembubaran ratusan peserta di Mungkid.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.
Libur sekolah 2026 diprediksi mendongkrak wisata Karanganyar. The Lawu Group perketat keamanan, hadirkan promo, dan optimistis kunjungan meningkat.
Investigasi mengungkap dugaan hacker Rusia berada di balik peretasan Jaguar Land Rover yang menyebabkan kerugian ekonomi hingga miliaran dolar.
Prabowo Subianto mengungkap pertanyaannya kepada profesor tentang gandum, sawit, dan industri mobil Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan.
Eks pekerja RSU Griya Mahardhika Jogja menuntut pembayaran gaji empat bulan dalam aksi damai di Bantul. Mediasi ketiga dijadwalkan 1 Juli 2026.