Prediksi Jepang vs Swedia Piala Dunia 2026, Samurai Unggul
Jepang lebih diunggulkan lawan Swedia di Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor dan susunan pemain lengkap.
Ilustrasi/Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Sejumlah gejala kanker kerap disalahartikan sebagai gangguan kesehatan ringan, sehingga banyak kasus baru terdeteksi saat sudah memasuki tahap lanjut. Dokter spesialis onkologi medis dari Max Super Speciality Hospital Patparganj, India, Dr. Sameer Khatri, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap gejala yang tampak sepele tetapi berlangsung lama.
Melansir Hindustan Times, Khatri menjelaskan bahwa kanker tidak selalu diawali dengan rasa nyeri hebat atau munculnya benjolan. Banyak kasus berkembang perlahan dengan tanda-tanda yang mirip penyakit umum sehari-hari.
“Sebagian besar gejala memang lebih sering disebabkan kondisi yang tidak berbahaya. Namun jika gejala menetap, memburuk, atau terus berulang, hal itu tidak boleh diabaikan,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Salah satu gejala yang perlu diwaspadai adalah batuk berkepanjangan. Umumnya batuk disebabkan infeksi virus, alergi, atau paparan polusi. Namun, jika berlangsung lebih dari tiga minggu, apalagi disertai darah atau sesak napas, kondisi ini bisa menjadi indikasi kanker paru-paru atau kanker laring, terutama pada perokok.
Selain itu, gangguan pencernaan yang terus-menerus juga patut diperhatikan. Rasa asam lambung sesekali memang normal, tetapi jika keluhan terjadi terus-menerus atau muncul sensasi makanan tersangkut saat menelan, hal tersebut dapat mengarah pada kanker lambung atau kanker kerongkongan.
Khatri menyarankan pasien segera melakukan pemeriksaan lanjutan seperti endoskopi apabila gejala tidak membaik meski telah mengonsumsi obat.
Gejala lain yang tak kalah penting adalah penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Jika berat badan turun sekitar 5 hingga 10 persen dalam beberapa bulan tanpa diet atau peningkatan aktivitas, kondisi ini bisa menjadi tanda kanker darah, paru-paru, pankreas, maupun lambung.
Perubahan pola buang air besar juga perlu diwaspadai, terutama jika berlangsung lama. Diare atau sembelit berkepanjangan, perut kembung, munculnya darah pada tinja, hingga sensasi buang air besar yang tidak tuntas dapat mengarah pada kanker kolorektal.
Tak hanya itu, rasa lelah yang tidak kunjung hilang meski sudah cukup istirahat juga bisa menjadi sinyal bahaya. Kelelahan yang terjadi terus-menerus dan mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama jika disertai anemia atau infeksi berulang, bisa berkaitan dengan limfoma, leukemia, atau kanker kolorektal.
Khatri juga menyoroti kondisi di rongga mulut. Sariawan, bercak putih atau merah yang tidak sembuh lebih dari dua minggu, terutama pada pengguna tembakau, harus segera diperiksakan karena berpotensi menjadi tanda kanker mulut.
Selain itu, luka pada kulit yang tidak kunjung sembuh juga perlu mendapat perhatian medis untuk memastikan penyebabnya.
Ia menegaskan bahwa deteksi dini menjadi kunci utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker.
“Semakin cepat gejala dikenali dan diperiksa, semakin besar peluang untuk menangani penyakit sebelum berkembang lebih jauh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jepang lebih diunggulkan lawan Swedia di Piala Dunia 2026. Simak prediksi skor dan susunan pemain lengkap.
SPMB SMP Gunungkidul 2026 buka jalur domisili 29 Juni. Dinas Pendidikan terapkan aturan cegah kecurangan KK tempel.
Korban gempa Venezuela bertambah jadi 589 tewas dan 2.980 luka. Bantuan internasional mulai berdatangan untuk evakuasi korban.
Uruguay wajib menang lawan Spanyol di Grup H Piala Dunia 2026. La Roja hanya butuh imbang untuk lolos sebagai juara grup.
Xiaomi 18 Pro bocor bawa kamera 200MP, baterai 7.000 mAh, dan chipset terbaru Snapdragon Gen 6.
Banpol Gunungkidul 2026 cair Rp1,1 miliar untuk 8 partai. PDIP jadi penerima terbesar berdasarkan suara Pemilu 2024.