Menteri PPPA Ingatkan Pentingnya Mendidik dan Melindungi Anak
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menegaskan masa depan Indonesia ditentukan cara mendidik dan melindungi anak menuju Generasi Emas 2045.
\nSeorang warga Wates membeli empon-empon yang dipercaya dapat menangkal virus Corona di Pasar Wates, Kamis (12/3/2020). /Harian Jogja-Lajeng Padmaratri\n
Harianjogja.com, JOGJA - Obat herbal atau tardisional bukan berfungsi sebagai antivirus namun mampu meningkatkan daya tahan tubuh jika dikonsumsi. Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Suwijiyo Pramono.
"Obat herbal digunakan sebagai terapi pendukung obat standar untuk membantu penyembuhan pasien," kata Suwijiyo melalui keterangan tertulis, Jumat (10/7/2020).
Menurut Suwijiyo, banyak obat herbal yang secara empiris telah digunakan masyarakat dan telah melalui berbagai uji untuk menstimulasi imun.
Beberapa di antaranya adalah herbal dengan kandungan kimia seperti temulawak, kunyit, jahe, meniran, sambiloto, buah jambu biji, buah mengkudu, gel daun lidah buaya, sediaan ramuan, serta bahan topikal dan inhalasi seperti pada eukalyptus.
Ia mengatakan terdapat sejumlah tantangan dalam pengujian herbal sebagai obat, termasuk untuk penanganan Covid-19.
Selain harus ada data secara empirik tentang penggunaan bahan herbal tersebut, perlu melewati sejumlah proses pengujian panjang mulai dari uji "antiviral via docking", "in vitro", "farmakokinetik in vivo" hingga uji klinik on top.
Menyinggung tentang kalung eukalyptus, menurut dia, penggunaan eucalyptus dalam bentuk kalung untuk alat kesehatan menurutnya memang bisa saja berpotensi membantu proses penyembuhan pasien Covid-19.
Kendati begitu, menurut dia, penggunaan dalam bentuk kalung harus diuji secara klinis.
Ahli Penyakit Dalam Konsultan Paru dr. Ika Trisnawati mengatakan bahwa obat herbal bisa menjadi suplemen pendukung dalam pengobatan penyakit termasuk Covid-19.
"Penambahan komponen herbal menjadi salah satu modalitas treatment termasuk untuk Covid-19," kata dia.
Dia mencontohkan penggunaan obat herbal dalam mendukung pengobatan penyakit karena virus telah dilakukan. Salah satunya pemakaian VCO dalam mendukung pengobatan standar pada pasien HIV.
VCO, menurut dia, mengandung asam laurat yang bisa memperkuat sistim kekebalan tubuh telah diujikan dengan hasil yang menunjukkan manfaat dalam membantu pengobatan standar pada pasien HIV.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menegaskan masa depan Indonesia ditentukan cara mendidik dan melindungi anak menuju Generasi Emas 2045.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.