Kekeringan Banjarnegara, BPBD Salurkan 3,19 Juta Liter Air Bersih
BPBD Banjarnegara telah menyalurkan 3,19 juta liter air bersih untuk 18.172 jiwa terdampak kekeringan di 21 desa dan enam kelurahan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, masker menjadi salah satu kebutuhan wajib setiap orang. Sebab, menggunakan masker akan mencegah risiko penularan dari virus yang seringkali mematikan itu.
Namun, belakangan ada sejumlah anggapan yang berkaitan dengan penggunaan masker. Salah satunya ialah menyebut bahwa menggunakan masker akan membuat imunitas tubuh menurun.
Tapi benerkah? Dilansir dari Global News mengutip Suara.com--jaringan Harianjogja.com, berikut ini mitos berkait masker yang banyak beredar.
Seorang dokter penyakit menular dan dokter kontrol infeksi di University Health Network di Toronto, Alon Vaisman mengatakan bahwar klaim ini sejalan dengan hipotesis kebersihan, yang menyatakan bahwa "jika Anda tidak membuka diri terhadap kuman, sistem kekebalan tubuh Anda tidak akan dilatih untuk menghadapinya," katanya.
"Itu persis hal yang kami coba cegah di sini [dengan Covid-19]."
Pada dasarnya, ketika Anda menerima vaksin untuk sesuatu seperti influenza, Anda mendapatkan dosis kecil atau "versi mati" dari patogen, kata Vaisman.
"Anda tidak mematikan sistem kekebalan Anda dengan mencegah ini (paparan) - Anda melindunginya."
Sebuah unggahan di media sosial menyebut bahwa mengenakan masker mendorong "pemicu dan infeksi dari virus retro aktif yang sudah ada di dalam tubuh."
Namun, Covid-19 adalah jenis virus yang "tidak mampu memiliki keadaan tidak aktif," kata Matthew Cheng, ahli mikrobiologi di Pusat Kesehatan Universitas McGill.
Karena itu tidak mengaktifkan virus kembali, baik saat menggunakan masker maupun tidak. Bahkan virus yang dapat tertidur pada manusia "tidak diaktifkan kembali dengan mengenakan masker, kata dia.
Salah satu klaim menyesatkan lainnya ialah menyebut bahwa masker secara ilmiah tidak akurat. Namun, ini benar-benar keliru menggambarkan bagaimana Covid-19 sebenarnya menyebar, kata Vaisman.
"Jelas virus itu sendiri sangat kecil ... tetapi Covid-19 dibawa dalam tetesan, begitulah ia bergerak di udara," katanya. "Ini pada dasarnya seperti setetes air kecil, yang bisa kau sumbat dengan masker."
"Kita tahu bahwa masker sangat baik untuk mencegah penyebaran tetesan infeksi pernapasan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
BPBD Banjarnegara telah menyalurkan 3,19 juta liter air bersih untuk 18.172 jiwa terdampak kekeringan di 21 desa dan enam kelurahan.
Menhut Raja Juli Antoni menyebut tiga helikopter water bombing dioptimalkan untuk memadamkan api di lereng Gunung Bromo.
The 1O1 Jogja Tugu menggelar Sketch Tour Kotagede dengan melibatkan 60 peserta untuk mengangkat wisata, budaya, dan sejarah Kotagede.
PSS Sleman memperkenalkan skuad Super League 2026/2027 dengan 10 pemain baru, termasuk tujuh pemain asing, serta mempertahankan talenta muda.
Saparan Cokrodiningratan kembali digelar di Jogja. Tradisi Jawa ini menjadi momentum melestarikan budaya, mempererat kerukunan, dan berbagi sedekah.
Sleman menjadi Penyaji Terbaik I Festival Kethoprak DIY 2026 dengan nilai 2.397. Simak hasil lengkap dan pesan juri.