Bappenas Dorong Transisi Energi Indonesia Fokus ke Implementasi
Bappenas mendorong transisi energi Indonesia fokus pada implementasi proyek, pembiayaan, dan investasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA- Pola makan akan mempengaruhi tingkat kesehatan seseorang. Makanan tinggi lemak seperti kentang goreng, burger, hingga steak memang lezat di lidah. Namun tahukah Anda bahwa mengonsumsi makanan tinggi lemak secara sering berbahaya bagi kesehatan?
Umumnya, makanan tinggi lemak bisa memengaruhi kesehatan jantung dan pembuluh darah, membuat Anda lebih berisiko mengalami serangan jantung maupun stroke.
Namun penelitian terbaru menemukan dampak makan makanan tinggi lemak tidak hanya untuk jantung, melainkan juga indra penciuman, otak, hingga risiko kanker payudara.
1. Hati-hati, Makanan Tinggi Lemak Bisa Turunkan Konsentrasi
Sebuah studi terbaru mengungkapkan beberapa jam setelah mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh, kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi akan menurun.
Baca juga: Khawatir Virus Corona Menyebar Melalui Makanan? Simak Informasi Berikut
Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition memberikan bukti lebih jauh kaitan antara pencernaan seseorang dengan kemampuan otak.
Ditemukan mereka yang mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh memiliki performa yang lebih buruk dibandingkan mereka yang memakan makanan rendah lemak jenuh.
"Kebanyakan studi terdahulu melihat efek kausatif dari diet yang sudah lama diketahui. Dan ini hanya satu makanan, sungguh luar biasa bahwa kami melihat adanya perbedaan," kata Annelise Madison, ketua peneliti dan mahasiswa psikologi klinis di Ohio State University.
2. Awas, Diet Tinggi Lemak Bisa Memicu Kanker Payudara
Diet tinggi lemak adalah pola diet dengan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan membatasi asupan karbohidrat. Sayangnya, diet tinggi lemak dapat membuat pertumbuhan kanker payudara lebih cepat.
Baca juga: Sejumlah Pesepeda Meninggal Mendadak di Jalan, Begini Kata Dokter Spesialis Olahraga
Sebuah penelitian mengatakan pertumbuhan kanker payudara lebih cepat jika menjalani diet tinggi lemak, karena sel-sel kanker mengisap lemak dari darah.
Para ilmuwan berpendapat bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko dan memperburuk kanker payudara, meskipun belum diketahui caranya.
Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa sel-sel kanker payudara dapat mengambil banyak lemak yang berasal dari partikel kaya lemak yang ditemukan dalam aliran darah.
Penelitian dalam Journal of Lipid Research menunjukkan bahwa kanker bisa kebal terhadap obat-obatan yang dibuat untuk menghentikan produksi lemaknya.
3. Makanan Tinggi Lemak Bisa Merusak Indera Penciuman
Sebuah studi terkini menemukan bahwa menyantap pizza, hamburger atau makanan tinggi lemak lainnya secara teartur bisa menempatkan Anda pada risiko terganggunya indera penciuman.
Kesimpulan ini didapat setelah ahli saraf dari Florida State University meneliti bagaimana makanan tinggi lemak berdampak pada indera penciuman. Ia mengatakan bahwa diet tinggi lemak terkait dengan perubahan struktural dan fungsional utama dalam sistem penciuman.
Dalam percobaan laboratorium, tikus yang dikondisikan diet tinggi lemak setiap hari kemudian diajarkan untuk mengasosiasikan antara bau tertentu dan air.
Hasil menunjukkan bahwa tikus yang melakukan diet tinggi lemak lebih lambat untuk belajar asosiasi daripada kelompok tikus kontrol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Bappenas mendorong transisi energi Indonesia fokus pada implementasi proyek, pembiayaan, dan investasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
PBSI menetapkan 20 pemain bulu tangkis untuk Asian Games 2026 di Jepang. Indonesia membidik gelar juara beregu putra dan mengoreksi data pemain nomor perorangan
Jean-Paul Van Gastel belum menetapkan starter tetap PSIM Jogja jelang Super League 2026/2027. Persaingan makin ketat dengan 11 pemain asing di skuad.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada Rabu 2 September 2026 didominasi cerah hingga udara kabur. Suhu di Kota Jogja mencapai 32 derajat Celsius.
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam program MBG adalah perlakuan PPh atas bantuan pemerintah yang diterima yayasan
Warga tidak mampu di Sleman gagal menerima bansos karena sejumlah syarat, termasuk kepemilikan lebih dari satu sertifikat tanah.