Muktamar ke-35 NU Ricuh, Kader Adu Jotos di Pintu Gerbang Ponpes Tambakberas Jombang
Muktamar ke-35 NU di Jombang ricuh setelah massa pendukung Gus Yusuf memprotes aturan masa iddah politik bagi calon Ketum PBNU.
Ilustrasi karaoke-Shutterstock
Harianjogja.com, JAKARTA--Menyanyi dengan nada terlalu tinggi bisa berbahaya bagi orang dengan kondisi tertentu.
Seorang perempuan berusia 55 tahun di Tiongkok hampir mati setelah pembuluh darah di otaknya pecah ketika mencoba menyanyikan nada tinggi saat karaoke.
Dilansir dari World of Buzz, perempuan bermarga Zhang, sedang menghadiri sesi karaoke dengan keluarganya pada 5 Juni ketika dia mencoba untuk menampilkan lagu yang dikenal dengan nada tinggi.
Ketika dia mencoba untuk mencapai nada tinggi, Zhang tiba-tiba merasa sakit kepala dan mual yang menyilaukan dan dia mulai muntah. Dia segera dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Kota Dalian di mana CT scan dilakukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 2,5 milimeter pecah aneurisma di otak wanita sebelum dia menjalani operasi darurat dua jam yang menyelamatkan hidupnya.
Dalam kasus Zhang, dokter mengatakan bahwa ada aneurisma di otaknya untuk waktu yang lama tanpa menunjukkan gejala apa pun.
Dia mengatakan aneurisma telah berkembang karena tekanan darah tinggi dan diabetes Zhang. Sesi karaoke yang intens kemudian menyebabkan aneurisma meledak.
Jadi, untuk menjawab pertanyaan - apakah karaoke yang intens atau menyanyikan lagu-lagu bernada tinggi menyebabkan pembuluh darah di otak Anda meledak? Asalkan Anda tidak memiliki aneurisma otak yang sudah ada sebelumnya, jawabannya adalah, tidak.
Namun, meski korelasi antara nyanyian intens dan aneurisma otak tidak jelas, penggunaan suara yang salah atau memaksa (berteriak ekstrim, bernyanyi atau berbicara) dapat menyebabkan perdarahan vokal, yang juga melibatkan pecahnya pembuluh darah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Muktamar ke-35 NU di Jombang ricuh setelah massa pendukung Gus Yusuf memprotes aturan masa iddah politik bagi calon Ketum PBNU.
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
PANDI menargetkan jumlah domain .id mencapai 2,8 juta pada 2031 seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap domain lokal.
Kemenhaj verifikasi ulang 400.000 data antrean haji yang berpotensi mengurangi daftar tunggu dan memangkas waktu keberangkatan.
Ratusan santri Ponpes Mambai'ul Hikam Sidoarjo diduga keracunan setelah menyantap MBG. Sampel makanan diperiksa di laboratorium.
PHRI mendorong Borobudur menjadi hub bisnis kuliner dan pariwisata lewat Culinary Challenge dan Tabletop yang mempertemukan seller dan buyer.