Basarnas Setop Monitoring KMP Mutiara Sentosa II, 238 Korban Terdata
Basarnas menghentikan monitoring aktif KMP Mutiara Sentosa II setelah empat hari penyisiran. Sebanyak 238 korban dipastikan telah terdata dan dievakuasi.
Ilustrasi mendaki gunung./ist
Harianjogja.com, KARANGANYAR - Protokol kesehatan untuk pendaki Gunung Lawu sudah disiapkan. Pemkab Karanganyar menyusun protokol kesehatan tersebut, di antaranya ada kewajiban pendaki membawa dua masker.
Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar memberlakukan aturan main tambahan pada era new normal ini untuk pendaki yang melewati jalur pendakian Candi Ceto dan Cemara Kandang.
Informasi yang dihimpun Solopos.com, ada enam poin yang wajib dilaksanakan pendaki yang hendak menikmati keindahan alam Gunung Lawu melalui jalur pendakian Candi Ceto dan Cemara Kandang.
Dua poin di antara yakni pendaki wajib mengenakan masker selama berinteraksi dengan pendaki lain dan membawa masker lebih. Poin lain, yaitu setiap pendaki wajib membawa hand sanitizer sendiri.
Aturan lain untuk pendaki yang akan berkemah di Gunung Lawu adalah wajib menjaga jarak antartenda saat berkemah. Selain itu, kapasitas setiap tenda dikurangi.
Koordinator Lapangan Bidang Destinasi Disparpora Kabupaten Karanganyar, Nardi, menyampaikan protokol kesehatan pendakian tambahan itu berlaku selama era new normal.
"Sudah berlaku sejak uji coba. Selain aturan yang sudah berlaku sebelum pandemi Covid-19, kami tambahkan aturan baru. Dimulai dari basecamp sebelum pos pendakian. Warga yang menyediakan basecamp wajib mengurangi kapasitas menjadi setengahnya. Misal semula satu rumah untuk 50 orang, menjadi 20 orang hingga 30 orang per rumah," kata Nardi saat berbincang dengan Solopos.com-jaringan Harianjogja.com, Sabtu (27/6/2020).
Dampaknya, jumlah base camp di Candi Ceto bertambah dari empat rumah menjadi tujuh rumah. Basecamp itu juga menampung sepeda motor milik pendaki. Nardi mengaku sudah berkoordinasi dengan pengelola parkir.
"Kalau dulu di basecamp, tempat pendaki istirahat dan parkir sebelum naik gunung itu kan tidurnya uyel-uyelan. Sekarang tidak boleh. Mereka datang sore, cuci tangan di kran air yang disediakan, bisa istirahat, makan, packing di tempat nyaman dan bersih lalu berangkat pagi. Per rumah itu minimal satu rombongan. Tidak boleh anggota rombongan dipisah," tutur dia.
Registrasi pendaki juga akan dilakukan di basecamp. Protokol itu untuk mengurangi kerumunan di pos pendakian. Saat pendaki hendak naik gunung pagi hari, mereka tinggal melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 sebelum mendaki.
"Kami cek suhu tubuh, cuci tangan, cek kesiapan alat termasuk hand sanitizer dan masker cadangan. Di puncak Lawu, biasanya mereka berinteraksi dengan pendaki lain yang naik dari jalur Cemara Kandang maupun Cemara Sewu. Hand sanitizer tidak boleh dipakai bergantian. Setiap orang persiapan sendiri karena antisipasi apabila terpisah dari rombongan," jelas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Basarnas menghentikan monitoring aktif KMP Mutiara Sentosa II setelah empat hari penyisiran. Sebanyak 238 korban dipastikan telah terdata dan dievakuasi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Simak harga dan spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold8, Z Flip8, dan Z Fold8 Ultra, termasuk layar, kamera, chipset, baterai, dan memori.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.
Kota Magelang dinilai punya potensi menjadi contoh toleransi beragama melalui keberagaman, dialog lintas iman, dan gotong royong.