Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Lathi. /Ist-Youtube
Harianjogja.com, JOGJA-- Lagu berjudul Lathi kini telah menjadi poluler di Tanah Air. Lagi ini dinyanyikan oleh Weird Genius yang berkolaborasi dengan Sara Fajira.
Weird Genius adalah kelompok pemusik yang beranggotakan Reza Oktovian, Eka Gustiwana, Gerald Liu. Mereka awalnya membentuk Weird Genius tahun 2016, masing-masing digunakan untuk mengerjakan proyek mereka sendiri.
Setelah bergabung, mereka mentransmisikan semua yang mereka kuasai ke dalam usaha kolaborasi ini. Mereka mendapat inspirasi dari mana-mana; dari kehidupan cinta dan sosial. Kelompok ini menggambarkan musik mereka sendiri dengan keras, ceria, menghentak. Gaya suara ini adalah sesuatu yang secara sadar mereka kembangkan sejak awal.
Single Lathi merupakan single digital pertama mereka pada tahun 2020. Weird Genius bergabung dengan penyanyi dan rapper dari Surabaya, Sara Fajira. Single ini tersedia melalui unduhan dan streaming di semua platform musik digital mulai 28 Februari 2020.
Dalam lagu ini, karakteristik utama Weird Genius yakni menggabungkan unsur-unsur tradisional dalam setiap musik sangat terasa. Kali ini, mereka menggunakan budaya Jawa sangat kental bahkan dari nada pertama lagu sampai akhir.
Ditambah lagi, mereka menggunakan lirik Jawa yang dinyanyikan dengan gaya sinden oleh Sara. Adapun musiknya, mereka menyeimbangkan EDM dan bahasa Inggris modern dengan budaya tradisional dari Jawa.
Lirik lagu dalam bahasa Inggris ini berbicara tentang hubungan cinta yang penuh kebohongan dan ego yang mengatakan \'cinta\' tetapi hanya menyakitkan. Meskipun menekankan sisi gelap hubungan, musik yang ceria dan lirik yang jujur membawa makna tersirat dari keberanian dan pendirian yang kuat dalam menghadapi \'hubungan beracun\'.
Di dalamnya ada sepotong lirik bahasa Jawa "Kowe ra iso mlayu saka kesalahan. Ajining diri ana ing lathi", yang berarti "Anda tidak bisa lari dari kesalahan. Harga diri seseorang ada pada lidah (kata-katanya)" yang diambil dari yang lama Pepatah Jawa "Ajining soko lathi, ajining rogo soko busono."
Berikut ini lirik Lathi
Aku dilahirkan sebagai orang bodoh
Merusak semua aturan
Karena semuanya nol
Menyangkal semua kebenaran
Semuanya telah berubah
Itu semua terjadi karena suatu alasan
Turun dari tahap pertama
Itu bukan sesuatu yang kita perjuangkan
Tak pernah menginginkan rasa sakit seperti ini
Mengubah diriku begitu dingin dan tak berperasaan
Tapi satu hal yang harus kau ketahui
\'Kamu tidak bisa lari dari kesalahan
Harga diri seseorang ada pada lidahnya (perkataannya)\'
Mendorong rasa sakit yang tak terhitung jumlahnya
Dan yang kutahu, cinta ini adalah berkah dan kutukan
Semuanya telah berubah
Itu semua terjadi karena suatu alasan
Turun dari tahap pertama
Itu bukan sesuatu yang kita perjuangkan
Tak pernah menginginkan rasa sakit seperti ini
Mengubah diriku begitu dingin dan tak berperasaan
Tapi satu hal yang harus kau ketahui
\'Kamu tidak bisa lari dari kesalahan
Harga diri seseorang ada pada lidahnya (perkataannya)\'.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.
Persija menang 3-0 atas Semen Padang di laga terakhir Super League 2026. Gustavo Almeida cetak dua gol, Macan Kemayoran finis ketiga.
Empat mahasiswa Indonesia raih penghargaan di EuroMUN 2026 di Belanda, bukti kualitas generasi muda di level global.
Mahasiswa UGM dan UIN adu inovasi mengubah eks tambang timah Belitung menjadi desa wisata berkelanjutan berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif.